Heboh PSK Bongkar Alasan Pria Hobi 'Jajan' Seks, Begini Risiko yang Mengintai

ADVERTISEMENT

Heboh PSK Bongkar Alasan Pria Hobi 'Jajan' Seks, Begini Risiko yang Mengintai

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 24 Sep 2022 18:32 WIB
pekerja seks ungkap alasan pria beristri hobi jajan seks
Foto: Tangkapan Layar Tiktok Bianca Seirra
Jakarta -

Baru-baru ini seorang pekerja seks di Sydney, Australia, 'membocorkan' alasan para pria yang sudah beristri hobi jajan seks. Hal ini diungkapkan oleh wanita berusia 30 tahun bernama Bianca Seirra di akun TikTok.

Menurutnya, suami yang jajan seks tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsunya saja. Ternyata, para pria hanya ingin 'berburu' dan melakukan seks dengan wanita lain, yakni pekerja seks. Para pria ini merasa, sudah berhasil mendapatkan sang istri sehingga tak perlu lagi 'diburu'.

"Mereka (para suami) memang mencintaimu, tapi dengan syarat. Tidak semua pria selingkuh," beber Seirra dalam Tiktok-nya @bondibrat yang dikutip dari New York Post, Sabtu (24/9/2022).

"Mayoritas pria telah berfantasi tentang hal itu, tetapi ada persentase bahwa mereka tahu itu tidak seharusnya dilakukan," sambungnya.

Selain itu, pria yang hobi jajan seks mungkin merasa terlalu takut untuk menjalin komunikasi dengan istri, terutama urusan seks. Sierra juga mengatakan alasan lainnya adalah mereka menginginkan seks yang variatif.

Namun, perilaku hobi jajan seks ini memiliki risiko yang berbahaya bagi kesehatan. Sebab, orang yang hobi jajan seks berisiko terkena penyakit menular seksual (PMS).

Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa jenis penyakit menular seksual yang paling sering dialami.

1. Klamidia

Klamidia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh chlamydia trachomatis, yakni infeksi umum yang bisa ditularkan melalui seks anal, vaginal, maupun oral. Penyakit ini juga bisa ditularkan pada bayi saat proses kelahiran.

Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa menyebabkan infertilitas dan komplikasi lainnya jika tidak segera diobati. Gejala yang umum muncul seperti perubahan pada lendir keputihan hingga rasa perih saat buang air kecil. Gejala ini biasanya terjadi 7-21 hari setelah tertular.

2. HIV

Virus HIV umumnya menular melalui kontak seksual dan kontak lainnya. Penyakit ini bsia menyebabkan komplikasi parah hingga berujung kematian.

Jika terinfeksi, virusnya akan menetap di dalam cairan tubuh, seperti air mani, darah, ASI, cairan vagina, dan rektal.

Orang yang terinfeksi HIV akan lebih rentan terpapar infeksi penyakit lainnya. Mereka juga lebih berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual lainnya.

3. Gonore atau Gonorrhea

Gonore adalah infeksi seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini sangat mudah menular, sehingga apabila tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kematian.

Penyakit ini bisa menular lewat hubungan seks oral, vaginal, dan anal. Umumnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Tetapi, gejala yang mungkin muncul seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan, bengkak pada area kemaluan, pendarahan saat menstruasi, gatal pada anal, hingga nyeri saat buang air besar.

4. Herpes pada Kemaluan

Virus herpes simpleks (HSV) kerap menyerang kulit, serviks, dan area kemaluan. Tak hanya itu, virus ini juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya.

Ada dua tipe HSV, yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 biasanya akan menginfeksi mulut yang bisa menyebar melalui air liur. Saat seks oral, virus ini bisa menular dan menginfeksi area genital.

Sementara HSV-2, biasanya menginfeksi area genital, anal, dan juga mulut. Tipe ini umumnya ditularkan melalui seks vaginal, oral, dan anal.

Penyakit herpes tidak bisa menyebar melalui benda. Namun, virusnya bisa menular apabila orang yang tidak terinfeksi menyentuh bagian tubuh orang terinfeksi di mana herpes muncul.

Gejala herpes yang biasanya muncul saat terinfeksi meliputi kulit lecet yang apabila terbuka bisa menyebabkan nyeri. Gejala lainnya seperti demam dan juga nyeri pada tubuh.

5. Hepatitis B

Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi jangka panjang yang bisa merusak ginjal. Jika terinfeksi, virus bisa menetap pada air mani, darah, dan cairan tubuh lainnya.

Penularan penyakit ini bisa melalui kontak seksual, jarum suntik yang tidak steril, dan menusuk kulit dengan benda tajam pada bagian virus berada. Virus ini juga bisa ditularkan kepada bayi saat kehamilan atau melahirkan.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT