8 Tanda-tanda Hati Tidak Sehat, Patut Waspada Jika Mengalami

ADVERTISEMENT

8 Tanda-tanda Hati Tidak Sehat, Patut Waspada Jika Mengalami

Fadilla Namira - detikHealth
Minggu, 25 Sep 2022 07:46 WIB
6 Makanan untuk Mencegah Penyakit Liver, Salah Satunya Kopi!
Tanda-tanda Hati Tidak Sehat (Foto: Getty Images/iStockphoto/bingokid)
Jakarta -

Hati adalah organ penting pada tubuh manusia. Ia mempunyai peran utama sebagai detoksifikasi agar tubuh tidak mudah terkontaminasi dari racun dan radikal bebas. Jika ia bekerja secara tidak sempurna, manusia semakin mudah dijangkiti virus dan penyakit. Sebagai pencegahan dini, kenali lebih lanjut tentang tanda-tanda hati tidak sehat.

Hati (liver) merupakan organ terbesar kedua pada manusia setelah kulit dan mengandung 10 persen lemak. Jika kandungan lemak melebihi batas yang dibutuhkan, hal itu dianggap sebagai "hati berlemak" yang membuat pengidapnya kemungkinan besar terkena diabetes tipe 2.

Selain berfungsi sebagai detoksifikasi, organ tersebut nyatanya mempunyai lebih dari 500 manfaat, di antaranya:

  • Memproduksi empedu.
  • Membuat protein tertentu untuk plasma darah.
  • Mengatur kadar asam amino dalam darah.
  • Membersihkan bilirubin dalam sel darah merah.
  • Mengubah amonia beracun menjadi urea.
  • Melawan infeksi pada tubuh.
  • Menyimpan zat besi dan nutrisi.
  • Memasok glukosa ke otak.

Bahkan, ia mempunyai kemampuan luar biasa untuk meregenerasi selnya sendiri. Maka dari itu, sudah selayaknya setiap orang peduli dengan kesehatan hati agar berfungsi dengan normal dan sehat.

Tanda-tanda Hati Tidak Sehat

Dikutip dari News24 dan Cleve Clinic, berikut ini adalah tanda-tanda hati tidak sehat:

1. Kulit Gatal

Kulit yang gatal disertai dengan ruam bisa menjadi masalah serius menyangkut dengan kesehatan hati. Ketika saluran empedu tersumbat, cairannya akan mengalir kembali ke pembuluh darah dan menimbulkan reaksi di bawah kulit sehingga menyebabkan gatal.

2. Spider Angioma

Spider angioma adalah masalah medis yang menyebabkan pembuluh kapiler berkumpul di satu titik, kemudian menyebar sehingga berbentuk seperti kaki laba-laba. Masalah ini disebabkan oleh kadar estrogen yang lebih tinggi dan menunjukan indikasi bahwa hati tidak berfungsi dengan baik.

3. Bau Mulut

Selain masalah pada lambung, bau mulut juga jadi pertanda buruk dengan organ hati. Bau mulut karena gagal hati dikenal sebagai foetor hepaticus. Bau ini tidak normal dan berbeda dengan aroma yang dihasilkan mulut saat bangun tidur. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya senyawa bernama dimetil sulfida dalam darah ketika mengidap gangguan hati.

4. Hiperpigmentasi pada Wajah

Pernahkah kamu melihat bintik-bintik cokelat pada wajah? Umumnya, kondisi ini terjadi karena wajah terlalu banyak terpapar sinar matahari. Namun, tidak menutup kemungkinan gangguan hati jadi penyebabnya.

Ketika hati tidak berfungsi dengan baik, estrogen dalam tubuh akan meningkat. Secara bersamaan, zat bernama tirosinase-enzim yang mengandung tembaga-menghasilkan lebih banyak melanin (pigmentasi kulit) sehingga menimbulkan noda cokelat pada wajah, bahkan di seluruh tubuh.

5. Telapak Tangan Memerah

Telapak tangan yang merah dan gatal dikenal sebagai eritema palmar. Walaupun terbilang langka, ia bisa jadi tanda dari kerusakan hati. Kondisi ini terjadi karena kadar hormon yang tidak normal dalam darah.

6. Penyakit Kuning

Penyakit kuning atau jaundice adalah gejala umum yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Kondisi ini menyebabkan urine lebih gelap dan warna kulit serta sklera-bagian putih pada mata-lebih menguning.

Penyebabnya adalah pigmen yang terbentuk ketika sel darah merah rusak, yaitu bilirubin, menumpuk di aliran darah. Pada hati yang sehat, bilirubin akan diubah menjadi empedu lalu dikeluarkan melalui feses (tinja).

7. Pendarahan

Muntah darah atau pendarahan pada anus merupakan satu dari banyak penyebab hati tidak sehat. Hati yang berfungsi dengan normal, akan membantu tubuh mengalirkan 25 persen darah ke vena.

Namun, sirosis hati yang disebabkan oleh jaringan parut akan menghambat aliran tersebut dan mengalihkannya ke limpa. Jika dibiarkan, vena membengkak dan pecah di saat yang tidak terduga. Segera datang ke layanan gawat darurat terdekat bila itu terjadi.

8. Kurang Fokus dan Kebingungan

Ketika asupan mineral sudah terpenuhi, namun masih sulit fokus dan pusing, ada kemungkinan besar hati (liver) mengalami masalah. Hati yang tidak bekerja secara efektif akan sulit menyaring racun dan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Akhirnya, sisa racun tersebut menyebar ke otak dan menyebabkan Ensefalopati Hepatik (EH). Ensefalopati hepatik adalah gangguan neurologis (sistem saraf) yang bersifat sementara karena penyakit hati yang kronis.

Ketika tanda-tanda hati tidak sehat di atas semakin memburuk, pergilah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Selain itu, pencegahan terbaiknya adalah dengan menjaga gaya hidup sehat dan tidak meminum alkohol.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT