Lebih dari Dua Hari BAB Berdarah, Tanda Sakit Apa Ya Dok?

ADVERTISEMENT

Dokter Menjawab

Lebih dari Dua Hari BAB Berdarah, Tanda Sakit Apa Ya Dok?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 09:00 WIB
Ilustrasi wanita di toilet
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Pertanyaan:

Permisi Dok, saya Laila. Dua hari lalu saya buang air besar (BAB) disertai darah. Kemudian, hari selanjutnya saat mau BAB, ada darah juga tapi tidak ada gejala atau keluhan lain.

Apakah ini berbahaya Dok?

Laila (wanita, usia tidak disebutkan)

Jawaban:

Apakah buang air besar disertai darah yang Ibu alami yang keluar adalah darah segar?

Perdarahan saluran cerna dibagi menjadi perdarahan saluran cerna atas dan bawah. Jika yang dimaksud disertai darah segar, maka perdarahan dapat bersumber dari saluran cerna bagian bawah.

Terdapatnya darah segar dalam feses atau tinja disebut hematoschezia. Kondisi hematoschezia berbeda dengan melena. Kondisi melena terjadi jika darah yang keluar berwarna hitam seperti warna aspal yang dapat terjadi akibat perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas.

Pada umumnya hematoschezia dapat terjadi jika ada perdarahan di usus besar/kolon, rektum atau anus. Penyebab dari hematoschezia antara lain wasir, fisura ani, polip, inflammatory bowel disease, ataupun masalah tumor atau keganasan.

Pada umumnya, perdarahan saluran cerna bawah dapat berhenti secara spontan. Namun, tetap saja diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber dari perdarahan tersebut.

Ada kondisi perdarahan yang membahayakan yakni jika perdarahan terjadi secara kontinyu dalam 24 jam dan menyebabkan penurunan hemoglobin minimal 2 g/dL, bahkan pada kondisi tertentu sampai memerlukan transfusi darah.

Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Riwayat nyeri perut
  • Penurunan berat badan secara mendadak
  • Riwayat penggunaan obat nyeri
  • Riwayat kolonoskopi dengan tindakan polipektomi
  • Riwayat radiasi daerah panggul
  • Riwayat operasi daerah saluran cerna

Untuk menentukan diagnosis, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah anus. Kemudian, pemeriksaan penunjang lainnya yang dilakukan antara lain pemeriksaan feses (ada/tidaknya darah), pemeriksaan darah (fungsi pembekuan darah, fungsi organ hati, screening tumor marker).

Pemeriksaan penunjang lain yang disarankan adalah kolonoskopi. Kolonoskopi sebagai modalitas utama dapat dilakukan dengan persiapan sebelumnya, ini untuk mengetahui kondisi bagian dalam dari saluran pencernaan bagian bawah, dan mengetahui sumber perdarahan.

Melalui kolonoskopi, dapat juga digunakan untuk screening kanker kolorektal dan polip. Apabila perdarahan masih bersifat aktif, tindakan lain yang dapat dilakukan adalah 'therapeutic hemostasis', untuk menghentikan perdarahan. Misalnya pada kondisi ulkus di daerah rektum atau pasca tindakan polipektomi.

Ada baiknya kondisi yang dialami ini dapat dikonsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis bedah umum terlebih dahulu, supaya dapat ditegakkan diagnosis dan ditangani secara tepat.

dr Bonita Effendi, BMed,Sci, MEpid, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

RS Pondok Indah, Puri Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan ke email redaksi@detikhealth.com dan akan dijawab oleh pakar yang kompeten. Kirimkan pertanyaan dengan subjek email "konsultasi pembaca" disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT