Heboh Es Teh Kekinian Bikin Takut Diabetes, Ini Tanda-tanda Kelebihan Gula

ADVERTISEMENT

Heboh Es Teh Kekinian Bikin Takut Diabetes, Ini Tanda-tanda Kelebihan Gula

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 13:05 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Heboh es teh kekinian dikritik netizen gegara kebanyakan gula, begini tanda-tanda tubuh kelebihan gula menurut dokter. Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Media sosial kini diramaikan pelayangan somasi pihak Es Teh Indonesia kepada netizen yang memprotes salah satu produknya terlalu manis. Banyak netizen lainnya ikut buka suara, menyoroti risiko diabetes imbas minuman manis.

Spesialis penyakit dalam sekaligus pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menegaskan, kadar gula yang tinggi dalam darah bisa mempengaruhi komponen darah secara keseluruhan. Hingga pada kadar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, pasien diabetes bisa tidak sadarkan diri atau koma.

"Terus terang saja apabila orang ini sudah bergejala misalnya berat badan turun, kemudian banyak kencing, haus, yang kita istilahnya banyak makan, kita istilahnya 3P (yaitu) polifagi, poliuri, polidipsi, jadi banyak makan, banyak kencing, kemudian juga haus terus menerus itu adalah gejala. Kalau gejala seperti itu kemungkinan sudah lanjut," tegasnya pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Maka yang terpenting bagaimana kita mendeteksi adalah pemeriksaan rutin gula darah. Terutama pada orang-orang yang punya riwayat kencing manis pada keluarganya, atau pada orang yang sudah berumur di atas 40 tahun untuk cek gula darahnya. Karena sekali lagi ketika dia mempunyai gejala dari diabetesnya, itu biasanya kondisi diabetesnya sudah berlanjut," imbuh Prof Ari.

Kemudian menurut spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa 'dr Koko', cepat lelah, penurunan kekebalan dan tubuh rentan sakit menjadi sejumlah tanda seseorang perlu segera memeriksakan diri ke dokter terkait risiko diabetes.

"(Tanda diabetes yang perlu dikenali) cepat lelah, kemudian sistem kekebalan tidak terlalu bagus dan hasilnya adalah gampang sakit. Kemudian ada juga yang mengalami penurunan berat badan yang drastis," terangnya pada detikcom.

"Kalau terjadi kondisi seperti ini, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter baik di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit untuk dimonitor gula darahnya," pungkas dr Koko.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT