Vaksin Masih Digas Meski COVID-19 Melandai, Dinkes DKI Ungkap Alasannya

ADVERTISEMENT

Vaksin Masih Digas Meski COVID-19 Melandai, Dinkes DKI Ungkap Alasannya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 12:31 WIB
Kasus COVID-19 di Tanah Air terus menunjukkan peningkatan yang diyakini terkait subvarian BA.4 dan BA.5 DKI Jakarta jadi daerah yang menyumbang kasus terbanyak.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

DKI Jakarta selalu menjadi penyumbang angka kasus COVID-19 harian tertinggi di banding daerah-daerah lain di Indonesia. Mengacu data Satgas COVID-19, per Selasa 27 September 2022, DKI Jakarta menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan 740 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengakui memang DKI selalu menjadi penyumbang tertinggi kasus harian Corona di Indonesia. Namun, ia menyatakan hal tersebut diringi dengan layanan testing dan penanganan yang baik.

"Kita saat ini pandemi belum selesai, sama lah, kalau dilihat di media di informasi, angka DKI memang selalu paling tinggi. Namun, kami siap memberikan data tersebut dengan baik, karena kami siap melakukan testing dan penanganan dengan baik," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ia juga menambahkan, DKI Jakarta sudah melakukan percepatan vaksinasi sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Strategi ini diklaim suskes meningkatkan angka vaksinasi di DKI Jakarta.

"Perlu diketahui bahwa apabila, akses vaksin ini lebih mudah. Kami sudah membuat mapping sampai tingkat RT, sehingga pak RT akan tau siapa yang belum vaksin, sehingga bisa diuber, istilahnya. Dengan begitu tercipta percepatan vaksin," sambungnya.

Widyastuti berpesan, agar masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dan ikut berpartisipasi untuk mensukseskan percepatan vaksinasi.

"Jadi PPKM ditentukan Mendagri, namun DKI tidak bisa assesment sendiri, bisa saja assasment namun tetap hasil akhirnya mengikuti pusat. Jadi pandemi belum selesai, PPKM masih Level 1, namun kita optimis bisa menghadapi pandemi ini," pungkasnya.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT