Waspada, Bayi Lahir Tidak Nangis Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan

ADVERTISEMENT

Hari Jantung Sedunia

Waspada, Bayi Lahir Tidak Nangis Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Fadilla Namira - detikHealth
Kamis, 29 Sep 2022 05:00 WIB
bayi di dalam inkubator
Hari jantung sedunia 2022 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Setiap orang tua pasti menantikan kelahiran bayi yang normal dan sehat. Namun, terkadang tanpa disadari gaya hidup tidak sehat dan riwayat genetik dapat meningkatkan risiko bayi lahir dalam kondisi fatal, termasuk mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Setiap tahunnya, 8 dari 1.000 kelahiran bayi di Indonesia didiagnosis PJB. Parahnya lagi, hanya sekitar 30 persen dari mereka yang menunjukan gejala pada minggu-minggu pertama kehidupan. Akibatnya, perkembangan PJB sulit dideteksi dan kian berlanjut sampai di tingkat yang lebih parah.

"Ternyata seperempat dari bayi yang lahir dengan PJB merupakan penderita PJB kritis yang membutuhkan penanganan medis dalam satu tahun pertama," beber dr Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) melalui acara Konferensi Pers Peringatan Hari Jantung Sedunia yang diadakan Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (28/9/2022).

Atas dasar itu, orang tua wajib berhati-hati bila bayi mengeluarkan gejala Penyakit Jantung Bawaan (PJB), seperti:

  • Tidak ingin Menyusui.
  • Sianosis (tubuh membiru).
  • Irama nafas lebih cepat.
  • Keringat dingin.
  • Tidak nangis saat baru dilahirkan.

"Biasanya bayi lahir nangis, ya. Namun, kalau bayinya lahir tidak menangis dan tampak kebiruan, kita harus curiga. Apakah ini menderita penyakit jantung bawaan?" Ungkap dr Radityo.

Sebagai pencegahan, ahli medis menyarankan orang tua untuk melakukan skirining premarital dan konseling prenatal guna mengidentifikasi dan memodifikasi PJB melalui analisis gaya hidup yang tidak sehat dan faktor risiko.

"Skirining premarital penting untuk mendeteksi PJB, misalnya apakah ada riwayat jantung bawaan. Kemudian, adakah masalah lain, seperti kelainan metabolik dan sebagainya," imbuhnya.

Bila kedua pencegahan tersebut dilewatkan, dokter akan segera menskrining bayi baru lahir selambat-lambatnya dalam 24 jam dengan cara menghitung kadar oksigen (saturasi) di tangan kanan dan kaki.



Simak Video "Waspadai Penyakit Jantung pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT