Kenapa Intan Lembata 'Syulit' Lupakan Rehan Padahal Cuma Mimpi? Ini Kata Dokter

ADVERTISEMENT

Kenapa Intan Lembata 'Syulit' Lupakan Rehan Padahal Cuma Mimpi? Ini Kata Dokter

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 29 Sep 2022 14:31 WIB
Intan Lembata saat ditemui di kawasan Trans TV.
Selebgram Intan Lembata yang menyanyikan lagu viral 'begitu sulit lupakan Rehan'. Foto: Febriyantino/detikHOT
Jakarta -

Nama 'Rehan' kini marak menggema di media sosial gegara lagu viral 'begitu sulit lupakan Rehan' yang didendangkan Intan Lembata. Kabarnya, sosok Rehan yang dipuja-puja Intan ini merupakan pria yang sempat ditemuinya dalam mimpi saat tertidur.

"Tempatnya di hutan. Mimpi dia pertama kali di hutan," ujar Intan dalam kanal YouTube Angga Candra, dikutip dari detikHot, Kamis (29/9/2022).

"Dia itu rambutnya keriting, memang laki, dan romantis dalam mimpi aku, manja-manjain aku. Halusinasiku tuh benar-benar nyata. Nggak tinggi, putih, kayak laki-laki pada umumnya (sosok Rehan)," tuturnya lebih lanjut.

Pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja atau yang biasa disapa 'dr Ade' menjelaskan, memimpikan satu orang terus-menerus saat tertidur adalah hal lazim. Pasalnya, emosi yang muncul saat tidur memang nyata sehingga wajar jika orang yang disenangi muncul berkali-kali dalam mimpi.

"Pernah nggak kita mimpi mungkin ketemu mantan, sedih, bangun tidur sudah bercucuran air mata. Atau bahkan mimpi tapi menyenangkan sekali, happy banget, bangun berbunga-bunga kan juga ada. Jadi memorinya bisa acak, tapi muatan emosinya nyata. Sehingga kalau ketemu dalam suatu mimpi sosok yang cantik, ideal sekali, bangun masih jatuh cinta rasanya ya wajar saja," ujarnya pada detikcom, Kamis (29/9).

"Muatan emosinya kan nyata. Setiap malam orang bermimpi empat sampai enam kali, cuma bangun bisa ingat dan bisa nggak. Ini yang membedakan. Kalau ingat, itu karena berkesan, jatuh cinta, senang. Kemudian bisa pada saat-saat tertentu ketemu lagi karena berkesan. Kalau nggak berkesan ya nggak mungkinlah muncul lagi dengan memori yang sama," sambung dr Ade.

NEXT: Tahapan terjadinya mimpi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT