Fakta-fakta AWcorna, Vaksin COVID-19 mRNA Lokal yang Dapat Izin BPOM RI

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta AWcorna, Vaksin COVID-19 mRNA Lokal yang Dapat Izin BPOM RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 30 Sep 2022 15:45 WIB
Kepala BPOM Penny K LUkito
Kepala BPOM RI Penny K Lukito. Foto: Rifkyanto Nugroho/detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin AWcorna. Diketahui, vaksin ini merupakan salah satu vaksin COVID-19 'lokal' buatan dalam negeri.

Bersamaan dengan itu, BPOM juga mengeluarkan EUA untuk vaksin COVID-19 Indovac yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine AS.

"Dengan disetujuinya EUA terhadap kedua vaksin ini, semakin menambah alternatif vaksin yang dapat digunakan dalam program Vaksinasi COVID-19 untuk dewasa usia 18 tahun ke atas," ujar Kepala BPOM RI, Penny K Lukito dalam keterangan pers, Jumat (30/09/2022).

"Di samping itu, Vaksin AWcorna ini akan menjadi peluang untuk Indonesia dapat memproduksi vaksin mRNA sendiri melalui proses transfer teknologi yang saat ini sudah mulai berjalan. Hal ini dapat mendukung cita-cita bangsa Indonesia dalam kemandirian vaksin COVID-19 dalam negeri," imbuhnya.

Mengacu pada laman resmi BPOM RI, vaksin AWcorna didaftarkan oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia (PT Etana) dan dikembangkan oleh Abogen-Yuxi Walvax, China.

Lantas, apa saja fakta-fakta seputar vaksin AWcorna? Berikut penjelasannya.

1. Berbasis Platform mRNA

BPOM memaparkan, vaksin AWcorna merupakan vaksin COVID-19 berbasis platform mRNA. Vaksin ini disimpan pada suhu 2 - 8 0C.

2. Diperuntukkan 18 Tahun ke Atas

Lebih lanjut menurut BPOM, mengacu pada pertimbangkan terkait aspek keamanan, efikasi atau imunogenisitas, mutu, dan pemenuhan prinsip CPOB, vaksin AWcorna disetujui mendapatkan EUA untuk indikasi pencegahan infeksi virus SARS CoV-2 pada individu usia 18 tahun ke atas.

3. Dua Dosis Suntikan

Sebagai vaksinasi COVID-19 primer, vaksin AWcorna diberikkan 5 μg/dosis yang diberikan dalam 2 dosis suntikan dengan interval 28 hari. Kemudian sebagai booster heterolog, vaksin AWcorna diberikan dalam satu dosis sebanyak 15 μg/dosis, dalam waktu enam bulan setelah dosis kedua vaksinasi primer dengan menggunakan vaksin inaktivasi (Sinovac atau Sinopharm).



Simak Video "Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT