Kasus Perselingkuhan Bertubi-tubi, Bisakah Terjadi gegara Ketidakpuasan Seks?

ADVERTISEMENT

Kasus Perselingkuhan Bertubi-tubi, Bisakah Terjadi gegara Ketidakpuasan Seks?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sabtu, 01 Okt 2022 10:02 WIB
selingkuh, perslingkuhan, binor, pelakor
Penjelasan psikolog perihal ketidakpuasan seks di balik kasus perselingkuhan. Foto: ilustrasi selingkuh (Andhika-detik)
Jakarta -

Sepekan terakhir, dunia maya diramaikan kabar perselingkuhan yang menyeret nama sejumlah selebritis. Kabar terbaru, pedangdut Lesti Kejora melaporkan sang suami, Rizky Billar, atas dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Beredar kabar, kasus perselingkuhan menjadi awal tindak kekerasan tersebut.

Terlepas dari nama-nama selebritis yang terseret, psikolog klinis dari Ohana Space, Annisa Mega Radyani, menegaskan bagaimana pun perilaku berselingkuh tidak bisa diwajarkan. Namun di balik perilaku tersebut, terdapat sejumlah kemungkinan penyebab seseorang berselingkuh. Di antaranya yakni tidak terpenuhinya kebutuhan dalam hubungan, serta ketidakmampuan mengontrol diri dan pemecahan masalah.

Seringkali, aktivitas seksual menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan. Dalam hal ini, orang yang berselingkuh merasa kebutuhan seksualnya tidak bisa terpenuhi dari pasangan pernikahannya.

"Memang tidak bisa dipungkiri, salah satu hal penting dalam pernikahan adalah aktivitas seksual. Karena pada dasarnya, manusia itu memang makhluk seksual. Artinya kita punya dorongan yang memang membuat kita salah satu keinginan menikah ya memang having sex. Its okay, memang itu salah satunya," terang Annisa pada detikcom dalam program e-Life, Jumat (30/9/2022).

"Makanya kenapa ketika dibilang itu kurang (atau) nggak cocok, bisa jadi jalan keluar dari orang yang tidak puas. Karena dia maunya instan saja, maka dia mencari yang lain. Padahal pernah tidak dibicarakan dengan pasangan? Preferensinya apa? Memang kalau selama ini nggak puas, kenapa? Sudah mencoba apa saja?" sambungnya.

Annisa menambahkan, sebenarnya valid jika seseorang merasa tidak puas dengan aktivitas seksual bersama pasangannya. Misalnya karena perbedaan selera dan preferensi seks.

Namun begitu, ketidakcocokan tersebut sebenarnya bisa dicoba diatasi lebih dulu dengan komunikasi yang baik. Rasa ketidakpuasan tersebut juga tak kemudian memvalidasi seseorang untuk boleh mendapatkan kepuasan seksual dari orang lain.

"Perlu diingat juga bahwa oke nggak puas, valid. Ketidakpuasannya valid, tapi perlu sekali untuk dilihat juga memang seberapa besar usahanya dia untuk memberi tahu atau mengkomunikasikan ketidakpuasannya juga? Seringkali jalan pintas saja selingkuh itu," pungkas Annisa.



Simak Video "Penjelasan Pakar Ekspresi soal Wajah Tegang Ayah Lesti Kejora"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT