Kemenkes Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kendala Identifikasi Jenazah

ADVERTISEMENT

Kemenkes Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kendala Identifikasi Jenazah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 15:23 WIB
A medical worker tends to bodies of victims of soccer match stampede at the Saiful Anwar Hospital in Malang, East Java, Indonesia, Sunday, Oct. 2, 2022. Panic at an Indonesian soccer match after police fired tear gas to to disperse supporters invading the pitch left over 100 people dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Trisnadi)
Korban kerusuhan di Kanjuruan. (Foto: AP/Trisnadi)
Jakarta -

Jumlah korban tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bertambah menjadi 174 orang. Ratusan orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Pihak Kementerian Kesehatan mengatakan masih terus memantau kebutuhan obat dan tenaga kesehatan untuk proses evakuasi korban. Sejauh ini proses pendataan korban masih berlangsung meski ada kendala.

"Terdapat kendala dalam proses identifikasi jenazah karena tidak beridentitas," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Minggu (2/10/2022).

Terkait hal ini, tim DVI dari Polres Kediri dan Polda Jatim membantu proses identifikasi. Sementara itu pengumpulan data korban masih dikoordinasikan oleh Dinkes Malang dan Dinkes Kota Malang.

Sejauh ini ada sejumlah rumah sakit yang dikhususkan untuk evakuasi korban, yakni:

  • RSUD Kanjuruhan
  • RSI Gondang Legi
  • RS Bhayangkara Hasta Brata Batu
  • RSUD Dr Saiful Anwar
  • RSU Wajak Husada
  • RSU Mitra Delima
  • RS Wava Husada


Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT