Studi Ungkap Golongan Darah O Lebih Rentan kena Stroke Dini, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Studi Ungkap Golongan Darah O Lebih Rentan kena Stroke Dini, Kok Bisa?

Alethea Pricila - detikHealth
Senin, 03 Okt 2022 14:34 WIB
closeup of a blood bag with a label with the text O RH positive on the doctors office
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Golongan darah seseorang memiliki banyak fungsi penting salah satunya bagi kesehatan. Menurut penelitian, golongan darah yang dimiliki manusia bisa berkaitan dengan risiko mereka mengalami stroke dini.

Sebuah penelitian dari Amerika Serikat melakukan peninjauan kepada mahasiswa tentang genetika dan stroke iskemik (aliran darah arteri di otak yang menyumbat). Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa stroke bukan hanya dilihat dari gaya hidup tetapi genetik dari golongan darah.

Golongan Darah A

Penelitian menunjukkan golong darah A lebih rentan 16 persen terkena stroke dini. Seorang profesor neurologi dr Steven Kittner menyebut mereka belum mengetahui apa penyebabnya tapi kemungkinan ada faktor tertentu.

"Kami masih tidak tahu mengapa golongan darah lebih rentan A memberikan risiko yang lebih tinggi tetapi mungkin ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel yang melapisi pembuluh darah," ucapnya dikutip dari dailymail, Senin (3/9/2022).

Jika itu berdasarkan penelitian di AS, sebuah penelitian dari Inggris menunjukkan hal yang sama, golongan darah A ada pada peringkat ketiga kemungkinan faktor terkena stroke dini.

Golongan Darah O

Sebuah penelitian dari Universitas Maryland yang melakukan analisis terhadap 7.000 pasien stroke dan 600.000 orang yang sehat dari 48 studi berbeda menunjukkan golongan darah O, 12 persen lebih tinggi terkena stroke sebelum berusia 60 tahun dibandingkan golongan darah yang lain.

Hal ini membuat golongan darah O berada di posisi pertama risiko kemungkinan stroke dini di Amerika Serikat (38 persen) dan Inggris (35 persen).

Golongan darah B dan AB menjadi dua golongan darah yang memiliki sedikit risiko terkena stroke. Bahkan mereka tidak terkena dampak stroke dini menurut penelitian dari Universitas Maryland.

"Penelitian ini merupakan langkah besar untuk membantu para profesional kesehatan untuk memantau faktor lain dan menawarkan intervensi untuk membantu mengurangi risiko stroke dini," kata dr Clara Jonas, seorang peneliti dari asosiasi stroke amal.

"Setiap orang harus mengambil langkah untuk membantu dan mengelola risiko stroke mereka. Mereka bisa melakukan berbagai hal untuk mengurangi risiko tersebut," pungkasnya.

Kesimpulannya, meski penelitian menyebut golongan darah A lebih rentan terkena stroke, golongan darah O menjadi urutan pertama dengan pengidap stroke terbanyak.



Simak Video "RS PON Ajak Masyarakat Jalan Sehat dalam Memperingati World Stroke Day"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT