Kanker Payudara Bisa Dideteksi Sedini Mungkin! Wanita Catat, Ini Tanda Awalnya

ADVERTISEMENT

Kanker Payudara Bisa Dideteksi Sedini Mungkin! Wanita Catat, Ini Tanda Awalnya

Irene Putri - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 21:00 WIB
Ilustrasi Mengencangkan Payudara
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Di samping perannya dalam aktivitas seksual, payudara berperan memberikan kehidupan dengan memproduksi air susu ibu (ASI). Tak heran, risiko kanker payudara menjadi perhatian besar bagi banyak wanita.

Payudara wanita mulai terbentuk sejak masa pubertas, diawali dengan mulainya menstruasi. Seiring bertambahnya usia, bentuk hingga ukuran payudara juga bertambah.

Tetapi, ada beberapa perubahan penampilan payudara yang patut dicurigai lantaran bisa menandakan gangguan kesehatan, seperti kanker payudara. Pasalnya, tumor dan kanker payudara bisa mengintai setiap wanita kapan saja.

"Kanker payudara saat ini adalah penyakit yang paling banyak terjadi pada wanita. Kalau dulu ada kanker serviks dan paru-paru, kini kanker payudara menjadi yang terbanyak diderita oleh wanita dan paling banyak menyebabkan kematian," papar Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dr. Yendri Januardi, SpB(K)Onk, dalam sesi HaiBunda Live, Selasa (4/10/22).

dr Yendri memaparkan bahwa kasus kanker payudara memang sering terjadi. Hal ini dikarenakan tidak adanya vaksin seperti pada kanker serviks demi mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Kanker payudara seringkali dipicu oleh faktor gaya hidup dan faktor genetik. Terlebih, pola hidup ini juga biasanya dilakukan sejak masa muda.

"Biasanya pola hidup para bunda dari masa remaja itu lah yang mengakibatkan kanker. Efeknya tidak langsung, tetapi semua butuh proses. Mungkin butuh waktu 10 atau 15 tahun hingga menjadi kanker," jelasnya.

Gejala Tumor dan Kanker Payudara

Ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai seperti warna dan bentuk payudara atau puting, adanya luka, dan keluarnya cairan dari puting. Tak hanya itu, benjolan yang terdapat di payudara juga dapat menjadi salah satu gejala tumor payudara.

dr Yendri menyarankan wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, yakni seminggu setelah menstruasi. Pasalnya, kondisi hormon estrogen wanita biasanya meningkat saat periode menstruasi.

"Pemeriksaan idealnya dilakukan 1 minggu pasca menstruasi. Biasanya saat menstruasi, payudara terasa lebih padat dan nyeri karena hormon estrogen meningkat. Jadi semua pemeriksaan pada saat menstruasi hasilnya tidak terlalu baik," sambungnya.

Apabila wanita menemukan gejala tidak biasa pada payudara, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) ke dokter spesialis onkologi. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut gejala dari tumor atau bukan.

Lantas, apakah semua tumor dapat berkembang menjadi kanker payudara?

KLIK DI SINI UNTUK HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Benarkah Makanan Tertentu Bisa Picu Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT