Gender Netral seperti Anak Nadya Hutagalung, Bisakah Dipengaruhi Pergaulan?

ADVERTISEMENT

Gender Netral seperti Anak Nadya Hutagalung, Bisakah Dipengaruhi Pergaulan?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 13:30 WIB
anak Nadya Hutagalung.
Nyla dan Nadya Hutagalung (Foto: Instagram)
Jakarta -

Anak dari Nadya Hutagalung mengganti nama panggilannya dari 'Nyra' menjadi 'Alex'. Pasalnya, ia telah mengidentifikasikan dirinya sebagai 'gender netral' yakni bukan laki-laki maupun perempuan.

"Mereka (they) ingin nama yang lebih gender netral," tulis Nadya dalam bahasa Inggris, menjawab pertanyaan warganet soal perubahan nama anaknya.

Secara umum, 'gender netral' atau non-biner merujuk pada orang yang tidak mengidentifikasikan dirinya bergender perempuan atau laki-laki. Lain dengan konsep 'biner', jenis gender diklasifikasikan ke dalam dua jenis identitas, yakni laki-laki atau perempuan.

Penting dicatat, gender berbeda dengan sex atau jenis kelamin. Seseorang dengan jenis kelamin tertentu, dapat memiliki identitas gender yang sama dengan jenis kelaminnya, maupun berbeda dari jenis kelaminnya. Oleh karenanya, seseorang yang mengidentifikasi dirinya gender netral atau non biner akan tetap memiliki jenis kelamin 'tidak netral' alias biner yakni laki-laki saja atau perempuan saja.

Melengkapi itu, psikiater dari RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, dr Lahargo Kembaren menjelaskan identifikasi gender adalah kesadaran seseorang akan gendernya sendiri. Gender yang diakuinya bisa sama dengan jenis kelamin yang diperoleh sejak lahir, bisa juga berbeda.

Ada sejumlah faktor penyebab di balik keputusan seseorang menjadi gender netral. dr Lahargo menjelaskan, salah satu faktornya adalah sosial dan komunitas. Artinya, komunitas dengan identifikasi gender serupa mungkin mendorong seseorang untuk semakin yakin bahwa dirinya adalah gender netral.

"Misalnya seperti apa sih kaidah yang dia pegang, kenapa dia bisa netral, atau lebih maskulin, lebih feminin? Itu bisa jadi dari bacaan-bacaan yang dia dapatkan, dari pengetahuan, dari orang lain yang berbicara mungkin," terang dr Lahargo pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Juga ajaran agama yang dia percaya itu mengizinkan nggak ya dia seperti itu, boleh nggak ya dia seperti itu," sambungnya.

Bisa Jadi Faktor Genetik

Kemungkinan selanjutnya, identitas gender netral dipengaruhi oleh faktor fisik atau psikologis. Berbeda dengan faktor fisik yang umumnya dipengaruhi kromosom dan genetik, faktor psikologis berupa pikiran dan perasaan.

"Faktor biologis, memang secara kromosom atau secara genetik mempengaruhi seksualitasnya, kedua faktor psikologis, mental kejiwaan seseorang, pikiran, mood, dan perasaan yang bersangkutan bisa mempengaruhi," ungkap dr Lahargo.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT