Illustrator Korsel Kim Jung Gi Wafat gegara Serangan Jantung, Ini Gejalanya

ADVERTISEMENT

Illustrator Korsel Kim Jung Gi Wafat gegara Serangan Jantung, Ini Gejalanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2022 14:34 WIB
South Korean comic streep writer Kim Jung-gi poses in Paris on March 16, 2016. (Photo by JOEL SAGET / AFP) / BLACK AND WHITE VERSION        (Photo credit should read JOEL SAGET/AFP via Getty Images)
Kim Jung Gi (Foto: AFP via Getty Images/JOEL SAGET)
Jakarta -

Illustrator dari Korea Selatan Kim Jung Gi meninggal dunia di usia 47 tahun pada Senin (3/10/2022). Ia mengalami serangan jantung mendadak setelah menyelesaikan jadwalnya di Perancis. Kabar kematiannya itu dikonfirmasi secara resmi dari pernyataan yang diunggah ke dalam akun Instagram resmi Kim Jung Gi.

"Dengan sangat sedih dan berat hati kami menginformasikan kepada Anda tentang wafatnya Kim Jung Gi secara tiba-tiba," tulis pernyataan resmi yang diunggah lewat akun media sosial Kim Jung Gi, Rabu (5/10).

"Setelah menyelesaikan jadwal terakhirnya di Eropa, Jung Gi pergi ke bandara untuk terbang ke New York, di mana ia mengalami nyeri dada dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dioperasi, tetapi sayangnya meninggal dunia," jelas pernyataan tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah
Dr med dr Denio A Ridjab, SpJP(K) sempat membeberkan sejumlah gejala serangan jantung. Menurutnya, serangan jantung tak hanya memicu nyeri pada dada. Gejala lainnya juga berupa nyeri di punggung dan perut bagian atas.

"Umumnya orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan nyeri pada dada mereka yang menjalar dari tengah ke bagian kiri atau keduanya, tapi ada juga yang sakitnya itu di bagian punggung atau perut bagian atas," tutur Denio saat diskusi kesehatan yang diselenggarakan oleh Heartology Cardiovascular Center.

"Namun, terdapat juga beberapa gejala lain akibat dari serangan jantung, seperti sesak nafas, muncul keringat dingin, mual, muntah, atau pusing," sambungnya.

Pada beberapa kasus, orang dengan serangan jantung mungkin mengalami sakit, tapi bukan di bagian dada. Di samping itu dr Denio mengingatkan, tak selalu nyeri pada dada disebabkan serangan jantung.

"Ada macam-macam penyakit yang menyebabkan nyeri dada, tidak selamanya serangan jantung. Bisa Refluks Gastroesofageal (heartburn), serangan panik, infeksi paru, atau cacar ular alias Herpes Zoster," pungkas dr Denio.



Simak Video "Hindari Serangan Jantung Saat Bersepeda!"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT