Prank Baim Wong Bisa Nyakitin Korban KDRT, Psikolog Beberkan Alasannya

ADVERTISEMENT

Prank Baim Wong Bisa Nyakitin Korban KDRT, Psikolog Beberkan Alasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 07 Okt 2022 21:26 WIB
Baim Wong dan Paula Verhoeven ditemui wartawan usai pemeriksaan terkait video prank KDRT di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).
Baim Wong dan Paula Verhoeven (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Marak warganet kini melayangkan kecaman pada Baim Wong dan Paula atas konten prank Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam video berjudul 'Baim KDRT, Paula Jalani Visum. Nonton sebelum di-Takedown'. Warganet menyoroti, pembuatan konten tersebut merupakan sikap tidak empatik.

Sejalan dengan paparan psikolog, konten prank terkait KDRT bisa memicu memburuknya luka pada korban-korban KDRT sungguhan.

"Efeknya bisa para korban KDRT yang benar-benar merasakan sedihnya, sakitnya, malunya, dan melihat konten-konten seperti itu yang dibuat menjadi bahan candaan, mereka bisa jadi akhirnya nggak speak up. Karena merasa orang-orang menganggap KDRT itu biasa saja ya, akhirnya ya sudah mereka nggak speak up," ujar psikolog klinis dari Ohana Space, Marissa Meditania, pada detikcom.

"Atau mereka menjadi semakin dalam lukanya, karena merasa tidak ada yang mengerti apa yang mereka rasakan," imbuhnya.

Selain efek pada korban KDRT, Marissa juga menjabarkan kemungkinan imbas konten prank KDRT terhadap para pelaku KDRT. Konten prank berpotensi memberikan kesan bahwa KDRT bisa dijadikan hiburan. Walhasil, para pelaku semakin berani untuk melakukan tindak kekerasan di rumah.

"Para pelaku KDRT yang melihat itu akhirnya bisa jadi membiasakan bahwa 'oh ternyata melakukan KDRT juga jadi hiburan, biasa saja di orang-orang. Kalau aku melakukan juga nggak jadi masalah isu besar dong'. Akhirnya pelaku KDRT melakukan di rumahnya karena menganggapnya itu bukan sebuah isu yang berat," bebernya.

"(KDRT) tidak dijadikan candaan karena ini memang isu yang serius, tindak pidana juga sudah ada. Artinya bukan main-main lagi. Kalau memang ada yang menyuarakan dia melakukan KDRT, terlepas benar atau tidak, kita tetap empati dulu terhadap apa yang dia rasakan," pungkas Marissa.



Simak Video "Kok Kamu Klepto Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT