Kronologi Kisruh Dokter Radiologi Tuding IDI Sentimen ke Terawan

ADVERTISEMENT

Round Up

Kronologi Kisruh Dokter Radiologi Tuding IDI Sentimen ke Terawan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 12 Okt 2022 05:30 WIB
Anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP berbicara soal singkatan korona yakni komunitas rondo mempesona.
Eks Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI) menyuarakan tuntutannya pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dinilai tak kunjung melantik perhimpunan tersebut. PDSRKI menyebut, keengganan IDI tak terlepas dari ketidaksukaan pada eks Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto yang sempat terpilih sebagai Ketua Umum PDSRKI, namun kini telah digantikan.

Sekretaris Umum Kolegium Radiologi Indonesia, dr Andi Darwis SpRad(K) menjelaskan, awalnya perhimpunan dokter radiologi bernama Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI). Namun berdasarkan Kongres Nasional (Konas) di Bali pada 13-15 April 2018, nama PDSRI berubah menjadi PDSRKI.

Namun hingga kini, hanya PDSRI yang diakui oleh IDI, sementara nama baru PDSRKI tak kunjung digubris.

"Kisruh ini terjadi setelah terbentuk PDSRI, mereka tetap memakai nama PDSRI. Padahal Konas Bali mensyaratkan kita akan berubah nama menjadi PDSRKI. Ada 'Klinik' di situ karena dokter radiologi itu bekerja di rumah sakit. Rumah sakit artinya klinik," ujar dr Andi saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).

Sempat Diketuai Terawan

dr Andi menambahkan, pada Konas itu juga, Terawan terpilih sebagai Ketua Umum PDSRKI 2019-2023. Namun melihat PDSRKI tak kunjung dilantik dan diakui oleh IDI, Terawan dikeluarkan dari daftar keanggotaan.

"IDI selalu menganggap bahwa kami itu tidak sah, karena menganggap bahwa dr Terawan itu masih dihukum, nggak boleh jadi ketua. Ini cerita yang panjang. Kita Konas 2018 Desember, Januari langsung memproses untuk langsung dilantik oleh IDI. Ditolak, karena ada dr Terawan di situ. Tapi saat dr Terawan menjadi Menteri Kesehatan diberikan PLT ke dr Firman ketua bidang organisasi, kita masukkan lagi. Tetap tidak dilantik. Padahal dikatakan bahwa dr Terawan sudah dikeluarkan," jelasnya.

"Sesudah rapat kerja di Manado pada Maret 2022, dr Terawan memberikan tugas sebagai pelaksana PLT (pada dokter lain), kita masukkan lagi. Tetap tidak digubris. Jadi benar-benar IDI itu sangat alergi pada kami," pungkas dr Andi.

NEXT: Tanggapan IDI

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT