Tren 'Thanks Base' Menjamur, Pakar Seks Soroti Risiko Cinta Satu Malam

ADVERTISEMENT

Tren 'Thanks Base' Menjamur, Pakar Seks Soroti Risiko Cinta Satu Malam

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 12 Okt 2022 10:01 WIB
A portrait of a couple standing on a bedroom together, a man wrapping his hand on the womans shoulder, for marriage life, relationship and family life concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Pranithan Chorruangsak
Jakarta -

Media sosial lagi diramaikan dengan istilah 'thanks base'. Istilah yang digunakan oleh akun anonim untuk menceritakan pengalaman 'one night stand' dengan seseorang yang ditemui di dunia maya.

Tren yang dibalut dengan 'friends with benefits' ini memicu hujatan warganet sebab dianggap menormalisasi hubungan seks tidak aman.

"Ntar kena penyakit kelamin bikin thread," tulis @b**ekp*gi, salah satu pengguna Twitter mengomentari tren tersebut.

Menjalani hubungan seks bebas tak terbebas dari risiko. Salah satu risiko terbesar dari one night stand adalah meningkatnya risiko tertular penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS).

Sifilis dan gonore menjadi risiko tertinggi yang bisa tertular akibat seks tidak aman. Bahkan meski pasangan menggunakan kondom, mereka masih dapat menyebarkan penyakit menular seksual tertentu seperti kutil kelamin, herpes, dan sifilis karena penyakit tersebut ditularkan melalui kontak kulit ke kulit.

"Kondom membantu mengurangi risiko sebagian besar infeksi, tapi tidak semua," kata pakar seks Antonio Pizarro, MD, kepada Self.

Secara khusus, kondom membantu menangkal IMS yang ditularkan melalui cairan tubuh, seperti klamidia dan gonore, tetapi kondom tidak berfungsi untuk menghentikan penularan herpes dan HPV, yang hanya membutuhkan kontak kulit-ke-kulit untuk berpindah dari orang ke orang.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT