Muncul Tahi Lalat yang Tak Wajar? Awas Tanda-tanda Kanker Kulit

ADVERTISEMENT

Muncul Tahi Lalat yang Tak Wajar? Awas Tanda-tanda Kanker Kulit

Fadilla Namira - detikHealth
Rabu, 12 Okt 2022 13:00 WIB
ilustrasi tahi lalat
Ilustrasi tanda-tanda kanker kulit, muncul tahi lalat (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang jarang dialami masyarakat Indonesia. Namun, risiko yang diberikan sama fatalnya dengan penyakit mematikan lain, seperti jantung dan stroke. Pendeteksian dini dengan tanda-tanda kanker kulit meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegahnya menyebar ke organ lain.

Menurut Skin Cancer Foundation, pendeteksian lebih awal terhadap kanker kulit akan meningkatkan harapan hidup pengidapnya sebesar 99 persen dalam lima tahun. Namun, jika penyakit ini sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain dalam lima tahun, pengidapnya hanya punya 27-66 persen kemungkinan untuk hidup.

Kanker kulit biasanya disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel atau jaringan yang tidak normal, seperti tahi lalat yang sangat besar dan menonjol. Selain itu, sebagian besar kanker kulit berkembang di area yang terkena sinar matahari karena paparan radiasi sinar UV.

Tanda-tanda Kanker Kulit

Dikutip dari Mayo Clinic dan Healthline, berikut ini adalah tanda-tanda kanker kulit yang cukup umum terjadi berdasarkan jenisnya.

1. Melanoma

Melanoma adalah jenis kanker yang dapat menjangkiti semua warna kulit dan jenis kelamin. Pada wanita, jenis kanker ini paling sering ditemukan pada bawah kaki, sedangkan pria kerap muncul di wajah atau bagian tubuh lain yang terpapar sinar matahari.

Orang dengan kulit gelap juga bisa terkena penyakit ini dan cenderung hadir di telapak kaki, tangan, maupun di bawah kuku jari. Adapun tanda-tanda kanker kulit dengan jenis melanoma meliputi:

  • Bintik kecokelatan besar dengan bercak-bercak yang lebih gelap.
  • Perubahan warna atau ukuran tahi lalat, bahkan bisa menimbulkan darah.
  • Tumbuh lesi atau jaringan abnormal berukuran kecil dan tidak teratur. Biasanya, ia tampak berwarna merah, merah muda, putih, biru ataupun biru kehitaman.
  • Lesi terasa gatal atau terbakar.

Muncul daging tumbuh berwarna gelap di telapak tangan, telapak kaki, ujung jari, dan selaput lendir yang melapisi mulut, hidung, vagina atau anus.

2. Karsinoma Sel Basal

Karsinoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang dipicu oleh paparan sinar matahari berlebih, seperti di area leher dan wajah. Ia terbagi menjadi dua jenis, yaitu karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Bentuk dan tanda karsinoma sel basal bermacam-macam, seperti:

  • Benjolan kecil layaknya mutiara.
  • Jaringan abnormal yang mendatar dan berwarna merah atau coklat.
  • Luka berdarah atau keropeng yang tidak sembuh-sembuh.
  • Bercak merah yang terasa gatal.
  • Muncul noda yang menyerupai bekas luka.

3. Karsinoma Sel Skuamosa

Di sisi lain, karsinoma sel skuamosa berisiko tinggi muncul di kulit yang tidak terkena sinar matahari pada orang dengan kulit yang lebih gelap. Adapun tanda khususnya sebagai berikut:

  • Nodul merah dan bertekstur kasar.
  • Luka datar dengan permukaan bersisik.
  • Kutil besar.
  • Luka yang muncul kembali dari bekas luka.
  • Pertumbuhan jaringan baru berbentuk tanduk.
  • Lesi keras yang berukuran dua kali lipat dalam hitungan minggu.

Pasien yang telah menjalani transplantasi organ juga berisiko tinggi terkena karsinoma sel skuamosa. Hal ini diduga karena efek obat imunosupresif yang diperlukan untuk mencegah penolakan organ.

Sebelum menerka-nerka lebih jauh, segeralah periksakan ke dokter bila tanda-tanda kanker kulit di atas muncul di bagian tubuh. Namun, jangan sampai menghiraunya karena penyakit ini sangat cepat berkembang ke tahap yang lebih parah (metastatik) sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Pencegahan dini dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya di seluruh badan agar terlindungi dari bahaya sinar matahari.



Simak Video "Hasil Uji Obat Sirup yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT