Eks Menkes Bicara soal Mata Merah Korban Tragedi Kanjuruhan, Fatalkah?

ADVERTISEMENT

Eks Menkes Bicara soal Mata Merah Korban Tragedi Kanjuruhan, Fatalkah?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 14 Okt 2022 10:00 WIB
Viral unggahan yang menyebut adanya korban kanjuruhan mengalami mata merah selama lebih dari seminggu.
Penampakan mata merah para korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, viral suporter Arema FC korban tragedi Kanjuruhan di Malang mengalami mata merah akibat paparan gas air mata. Eks Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila F Moeloek, SpM(K), mengungkap penyebab mata yang kondisinya seperti pendarahan itu.

Menurut ahli oftalmologi itu, mata yang merah pada korban tragedi Kanjuruhan terjadi akibat iritasi zat kimia yang terkandung pada gas air mata yang digunakan polisi saat itu. Ia juga menyinggung soal kemungkinan adanya reaksi alergi.

"Karena ada zat kimianya. Jadi kalau saya melihatnya, saya memang tidak pernah terkena gas air mata, tapi biasanya orang merasa matanya terasa pedih, perih, dan kabur," beber Prof Nila saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

"Bisa juga iritasi. Kalau pendarahan merahnya benar-benar melebar. Tapi, kalau merah seperti orang alergi, bisa juga di alergi," lanjutnya.

Meski begitu, merah pada bagian sklera mata itu bisa kembali menjadi normal dan tidak menyebabkan katarak. Namun, masa pemulihannya berbeda-beda pada setiap orang.

"Kalau cepat dicuci nggak bisa (menyebabkan katarak). (Masa pemulihan) tergantung, kalau alergi pada setiap orang bisa berbeda-beda," jelasnya.

Prof Nila mengatakan hal itu sebenarnya bisa dicegah, dengan langsung membasuh mata saat terkena paparan gas air mata. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan zat-zat kimia yang masuk ke dalam mata.

Namun, saat itu para suporter terkurung di dalam stadion, sehingga tidak bisa langsung membersihkan matanya.

"Gas air mata memang mengganggu. Kita bisa panik dan pedih, kena kulit dan segala macam," kata Prof Nila.

"Tapi, pintu ketutup itu, seandainya cuma sedikit (tidak berdesakan saat keluar), mungkin mereka bisa lari, cuci mata, dan mungkin bisa tidak terjadi," sambungnya.



Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT