Fakta-fakta Sabu, Narkoba yang Diamankan Bersama Irjen Teddy Minahasa

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Sabu, Narkoba yang Diamankan Bersama Irjen Teddy Minahasa

Alethea Pricilla - detikHealth
Minggu, 16 Okt 2022 12:04 WIB
Momen Irjen Teddy Minahasa ungkap kasus 41,4 kg sabu di Polres Bukittinggi.
Momen Irjen Teddy Minahasa bongkar sindikat narkoba di Sumut. (Foto: Jeka Kampai/detikSumut)
Jakarta -

Irjen Teddy Minahasa ditangkap atas dugaan kasus narkoba. Ia disebut sebagai pengendali dalam peredaran narkoba. Sekitar 5 kilogram sabu menjadi barang bukti yang digelapkan ditukar dengan tawas.

"Dari keterangan D dan L menyebutkan adanya keterlibatan Irjen Pol TM Kapolda Sumbar sebagai pengendali BB 5 kg sabu dari Sumbar, di mana telah menjadi 3,3 kg sabu yang diamankan dan 1,7 kg sabu yang sudah dijual oleh saudara BG yang telah kita amankan, diedarkan di Kampung Bahari," ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa, dikutip dari detikNews.

Methamphetamine atau yang lebih dikenal dengan sabu-sabu merupakan obat adiktif yang memiliki efek energi (stimulan). Obat ini dapat ditemukan dalam bentuk pil atau bubuk berwarna putih. Dikutip dari berbagai sumber, ini fakta-fakta sabu.

Efek Sabu

  • Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi
  • Nafsu makan menurun
  • Rasa bahagia dan sejahtera

Namun mereka juga mungkin akan merasakan:

  • Pernapasan lebih cepat
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  • Peningkatan suhu tubuh

Cara Kerja Sabu

Efek 'candu' dari sabu terjadi ketika tubuh melepaskan tingkat yang tinggi dari neurotransmiter dopamin yang merupakan bahan kimia yang memengaruhi otak dalam motivasi, kesenangan, dan fungsi motorik.

Orang sering mencoba untuk mempertahankan stamina dengan mengambil lebih banyak obat sebelum dosis pertama habis. Obat tersebut akan bekerja pada bagian otak yang membuat candu dalam penggunaan dosis lain. Mereka akan menggunakan secara terus menerus.

Dikutip dari Medical News Today, para ilmuwan berpikir kadar dopamin yang tinggi membantu membuat obat lebih beracun ke terminal saraf di otak. Oleh karena itu, sabu berbeda dan lebih berbahaya dari stimulan lain karena persentase yang lebih besar dari obat lain dan tidak berubah di dalam tubuh. Hal ini membuat sabu akan 'hadir' lebih lam di otak dan memperpanjang efek stimulan.

Dosis dan Overdosis

Sabu yang digunakan secara legal dengan resep profesional kesehatan biasanya akan diresepkan dengan dosis 5 mg, 10 mg, atau 15 mg setiap hari.

Namun, bagi mereka yang menyalahgunakan sabu tentunya akan mengonsumsi lebih banyak dosis tiap penggunaan. Overdosis bisa menyebabkan suhu tubuh tinggi, serangan jantung, dan kejang. Jika tidak segera diobati akan menyebabkan kegagalan organ dan kematian.



Simak Video "Penjelasan Dokter soal Coki Pardede Nyabu Lewat Anal Berisiko HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT