9 Tanda-tanda Tuberkulosis (TBC), Berisiko Tinggi Menular ke Orang Lain

ADVERTISEMENT

9 Tanda-tanda Tuberkulosis (TBC), Berisiko Tinggi Menular ke Orang Lain

Fadilla Namira - detikHealth
Jumat, 21 Okt 2022 05:00 WIB
COVID-19 Pandemic Coronavirus, Asian woman wearing a mask, have a symptoms coughing and fever
Tanda-tanda TBC yang wajib diwaspadai (Foto: Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark)
Jakarta -

Tahukah kamu? Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular peringkat 10 yang menewaskan banyak orang di seluruh dunia. Artinya, bila tanda-tanda bronkitis tidak cepat disadari, ia sangat berpotensi mengancam jiwa seseorang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menulis di laman resminya bahwa sebanyak 91 persen kasus TBC paru di Indonesia memiliki risiko tinggi menularkan kepada orang yang sehat di sekitarnya, terutama di DKI Jakarta dan wilayah Pulau Jawa lainnya. Sebab, orang yang tinggal di daerah padat penduduk atau kumuh berperan penting terhadap penyebaran penyakit ini.

Tuberkulosis terjadi karena sistem imun tubuh tidak dapat melawan infeksi bakteri bernama Mikobakterium Tuberkulosa pada paru-paru. Ia berkembang dengan cepat dan menyebar ke organ lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, otak, tulang belakang, dan kulit, melalui darah atau sistem limfatik.

Tanda-tanda Tuberkulosis (TBC)

Tanda-tanda tuberkulosis sangat mirip dengan flu biasa. Oleh karenanya, masyarakat sering terkecoh dengan masalah kesehatan yang dialaminya. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), laporkan ke dokter bila kondisi-kondisi ini muncul:

Batuk parah yang berlangsung tiga minggu atau lebih.

  • Nyeri dada
  • Batuk berdahak atau bahkan berdarah.
  • Mudah lelah dan lemah.
  • Penurunan berat badan tanpa tindakan khusus.
  • Tidak nafsu makan.
  • Suhu tubuh tidak stabil.
  • Demam.
  • Berkeringat di malam hari.

Seluruh tanda-tanda tuberkulosis merupakan efek dari pertahanan kekebalan tubuh. Dengan demikian, masyarakat dituntut untuk menjaga kesehatannya agar terhindar dari berbagai penyakit.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyatakan bahwa sudah lebih dari satu juta penduduk Indonesia yang mengidap TBC. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat ketiga, di bawah China dan India.

Atas dasar itu, pemerintah Indonesia melakukan tindak pencegahan guna menekan angka kasus yang semakin meningkat. Tindakan tersebut berupa pelacakan secara agresif, peningkatan layanan dan logistik obat-obatan TBC, dan mensosialisasikan upaya preventif pada seluruh layanan kesehatan.



Simak Video "Pemohon Visa Korea Wajib Lampirkan Hasil Pemeriksaan Penyakit TB"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT