157 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Ini yang Disorot Komnas HAM

ADVERTISEMENT

157 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Ini yang Disorot Komnas HAM

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 27 Okt 2022 18:42 WIB
Womans hand pouring syrup for sick child.
Foto: Getty Images/fotostorm
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Munafrizal Manan bertemu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) terkait kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia. Pasalnya, sudah 269 anak dilaporkan terkena, hingga 157 di antaranya meninggal dunia.

Ia berpesan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kasus korban kematian anak akibat gagal ginjal akut misterius juga seharusnya bisa dicegah.

"Kami sudah mendengar dengan penjelasan kepala BPOM RI, dari perspektif Komnas HAM kami sangat memprihatinkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa ini yang merenggut korban anak-anak, dalam kondisi perang saja anak-anak itu yang paling dilindungi, apalagi ini di kondisi normal," bebernya dalam konferensi pers Kamis (27/10/2022).

Ia menilai fenomena ini seharusnya ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Munafrizal mendorong sejumlah pihak untuk bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan seratusan anak.

Munafrizal Manan menegaskan jangan sampai sejumlah pihak menganggap kejadian ini terlalu sepele hingga perlu ada penanganan responsif.

"Kami mendorong, karena ini bisa disebut sebagai KLB, harus ada yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Kami setuju juga apa yang disampaikan bapak Presiden terkait kepentingan korban dan keluarganya terutama sekarang yang dirawat di RS agar digratiskan," terang dia.

"Jadi ini saya kira perlu dilakukan, meski kami tahu ini bukan BPOM RI, tetapi pemerintah dalam konteks lebih luas," pungkas dia.



Simak Video "WHO Selidiki Obat Sirup yang Akibatkan Gagal Ginjal Akut Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT