Terungkap Fakta di Balik Viral Cek Stroke Lewat Jari, Ini Penjelasan Dokter

ADVERTISEMENT

Terungkap Fakta di Balik Viral Cek Stroke Lewat Jari, Ini Penjelasan Dokter

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 28 Okt 2022 17:46 WIB
ilustrasi jari tangan
Mendeteksi risiko stroke lewat jari, bisakah? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Viral video yang menampilkan cara cek risiko stroke menggunakan jari viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seseorang memeragakan jari telunjuk ke atas jari tengah, kemudian jari manis tekan ke ibu jari.

Apabila saat melakukan hal tersebut, jari kelingking dapat bergerak bebas, disebutkan bahwa hal itu menunjukkan jika otak seseorang tidak memiliki risiko stroke. Lantas, benar cara ini efektif untuk mengetahui seseorang berpotensi terkena stroke atau tidak?

Menurut dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta, dr Ricky Gusanto Kurniawan, SpS, FINS, kalau hal tersebut tidak benar. Pasalnya, kedua hal tersebut tidak saling berhubungan.

"Untuk stroke itu hoaks, tapi kalau mau periksa saraf atau kekuatan mungkin bisa," ucapnya saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (28/10/2022).

Apabila seseorang ingin memeriksa diri apakah dirinya berpotensi stroke atau tidak, ia menyarankan untuk mengikuti cara yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), yakni mengecek tanda atau gejala awal stroke, tanda-tanda dan gejala tersebut disingkat menjadi 'SeGeRa' ke RS. Adapun artinya sebagai berikut.

  • Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  • bicaRa pelo / tiba-tiba tidak dapat bicara / tidak mengerti kata-kata / bicara tidak nyambung
  • Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar, sempoyongan).

Lebih lanjut, dr Ricky menyarankan segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih dini jika mengalami sejumlah gejala di atas ini.



Simak Video "Menkes Budi Beberkan Adanya 'Abuse of Power' Terkait Izin Praktik Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)
Hari Stroke Sedunia 2022
Hari Stroke Sedunia 2022
9 Konten
Tanggal 29 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT