Viral Pria Pukul Wanita Depan Anak Kecil, Kok Banyak yang Cuma Nonton?

ADVERTISEMENT

Viral Pria Pukul Wanita Depan Anak Kecil, Kok Banyak yang Cuma Nonton?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 07 Nov 2022 07:28 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Viral pria pukul wanita di Cinere, Depok, berujung ditangkap polisi. (Foto ilustrasi: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Belakangan heboh video viral rekaman pria tengah memukul wanita di depan anak kecil. Kejadian diketahui terjadi di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Meski pria tersebut sudah ditangkap polisi, banyak netizen yang mempertanyakan sikap orang-orang sekitar saat kejadian berlangsung. Dinilai tidak sigap bahkan abai karena hanya diam dan merekam, alih-alih membantu.

"Sudah (ditangkap), baru saja," ujar Kasat Reskrim Polres Depok AKBP Yogen Heroes Baruno kepada detikcom, Minggu (6/11/2022), dikutip dari detikNews.

Dalam video yang beredar, terlihat hanya ada satu pria yang berusaha mencegah kejadian pemukulan terus berlanjut.

"Gemes banget tiap ada kasus KDRT gini, warga cuma negliatin, ngelerai tapi gak sat set. KDRT bukan urusan privat, seluruh elemen masy ambil bagian," komentar salah satu netizen.

"Org indo liat yg KDRT video doang, diliatin doang, sambil bilang itu urusan keluarga, saya ga ada hak," timpal yang lain.

Lagi-lagi Bystander Effect?

Dikutip dari Psychology Today, fenomena semacam itu kerap diartikan sebagai bystander effect. Bystander effect merupakan kondisi saat banyak orang enggan untuk menolong atau ikut andil kala terjadi situasi darurat seperti penyerangan kejahatan dan lainnya.

Semakin banyak orang yang melihat, semakin kecil kemungkinan salah satu dari mereka memberikan bantuan kepada orang dalam kesulitan. Disebutkan, orang lebih mungkin menolong atau mengambil suatu tindakan genting saat hanya ada sedikit atau tidak ada orang lain yang hadir.

Psikolog klinis dari Ohana Space Arrundina Puspita Dewi, MPsi, mengungkap alasan di balik fenomena tersebut.

"Biasanya rame-an nih yang begitu. Jadi merasanya bukan tanggung jawab satu orang saja untuk bertindak. Makanya seringkali diam saja, karena mikirnya ada orang lain juga di sekitar yang akan bantu si korban," kata dia kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Pada akhirnya, banyak orang yang hanya akan menjadi penonton dan tidak membantu korban. Kebanyakan dari mereka berdalih dengan tidak ingin mencampuri urusan orang lain.

"Kalaupun sendirian jadi bystander-nya. Biasanya karena takut ikut campur di masalah orang lain," katanya.



Simak Video "Mengenal Siklus KDRT, Polanya Terjadi Berulang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT