Sudah Suntik Booster Tak Berarti Kebal Corona, Begini Penjelasan Dokter

ADVERTISEMENT

Sudah Suntik Booster Tak Berarti Kebal Corona, Begini Penjelasan Dokter

Irene Putri Wibowo - detikHealth
Senin, 07 Nov 2022 19:30 WIB
Ratusan warga berdatangan ke sentra vaksinasi Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi. Mereka ramai-ramai mengantre demi mendapatkan vaksin booster.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hingga kini Indonesia telah mencatat 12 kasus COVID-19 dengan infeksi subvarian Omicron XBB. Pakar epidemiologi menyebut, ada kemungkinan jumlah jumlah kasus di lapangan sebenarnya lebih banyak dibandingkan kasus yang terlaporkan.

"Untuk varian XBB ini saya melihat potensinya relatif kuat untuk bisa meningkatkan risiko orang masuk RS, bahkan keparahan atau kardiovaskuler," ujar epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman kepada detikcom, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, Dicky mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi. Namun yang kini banyak menjadi pertanyaan, apakah orang yang sudah divakinsasi COVID-19 tiga kali alias menerima suntikan booster tetap berisiko terpapar Corona khususnya subvarian Omicron XBB?

Juru bicara pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa broto asmoro mengungkapkan bahwa tak tertutup kemungkinan orang-orang yang sudah menerima tiga dosis vaksin COVID-19 tetap bisa terinfesi virus Corona, khususnya subvarian Omicron XBB.

Ia mengingatkan tujuan utama vaksin booster bukan untuk mencegah COVID-19 sepenuhnya, melainkan mencegah terjadinya gejala yang lebih parah dan menekan risiko kematian.

"Makanya harus booster biar punya kekebalan tubuh yang lebih baik, terutama bagi pengidap komorbid," ujar dr Reisa dalam Siaran Sehat 'Berita Terkini XBB dan Gangguan Ginjal Akut', Senin (7/11/2022).

Menurutnya, bagaimana pun, orang-orang yang sudah mendapatkan tiga dosis vaksin COVID-19 lebih kecil potensinya untuk terpapar virus Corona. Maka dari itu, vaksin masih diyakini penting sebagai salah satu pencegahan utama agar tidak gampang terkena penyakit.

"Selain itu, kita harus menyadari bahwa penting untuk menilai risiko di sekitar kita. Misalnya kalau mau melakukan aktivitas di luar rumah, pastikan kita sehat atau tidak, kalau misal lagi kurang fit, mending jangan ke luar terlebih dahulu," pungkas dr Reisa



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(Irene Putri Wibowo/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT