Viral 'Sorry Syndrome', Kebanyakan Minta Maaf Memangnya Nggak Baik?

ADVERTISEMENT

Viral 'Sorry Syndrome', Kebanyakan Minta Maaf Memangnya Nggak Baik?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 11 Nov 2022 18:04 WIB
Twitter
Viral 'Sorry Syndrome' di media sosial. (Foto ilustrasi: Getty Images/bombuscreative)
Jakarta -

Viral di media sosial istilah terkait 'sorry syndrome'. Sindrom ini dikaitkan dengan kebiasaan atau perilaku seseorang yang terbiasa minta maaf di kondisi apapun, bahkan saat dirinya tidak bersalah.

Beberapa netizen merasa 'relate' dengan istilah ini. Kebanyakan dari mereka mengaku dasar dari 'sorry syndrome' adalah perasaan tidak enak saat menolak atau melakukan sesuatu.

Dikutip dari Khaleej Times, meminta maaf umumnya merupakan ekspresi dan pengakuan atas kesalahan seseorang karena menyakiti orang lain. Namun, permintaan maaf yang berlebihan itulah termasuk sorry syndrome.

Meminta maaf secara berlebihan bisa jadi perilaku yang dipelajari sejak kecil. Untuk menghindari konflik, hukuman atau penolakan, seseorang mencoba menekan emosi atau perasaannya dengan meminta maaf, dan seperti halnya perilaku yang dipelajari, 'sorry syndrome' ini juga dapat dihilangkan.Kenali dulu 7 tanda kamu bisa jadi mengalami 'sorry syndrome'.

  • Meminta maaf untuk hal-hal yang tidak dapat dikendalikan
  • Meminta maaf atas tindakan orang lain
  • Meminta maaf atas interaksi normal sehari-hari (misalnya berlari melewati seseorang yang duduk di barisan Anda di bioskop atau pesawat terbang).
  • Meminta maaf kepada benda mati
  • Meminta maaf untuk hal-hal yang menurutmu tidak salah
  • Meminta maaf ketika mencoba bersikap tegas.

Seseorang yang meminta maaf secara berlebihan kerap dikaitkan dengan kepribadian yang cenderung tidak menghargai diri sendiri, hingga 'people pleaser' atau kerap hanya mementingkan kesenangan orang lain, ingin menjadi paling baik, paling membantu.

Alih-alih meminta maaf berlebihan, Juliana Breines, Ph.D seorang psikolog sosial dan kesehatan menyarankan untuk menggantinya dengan kebiasaan mengucapkan terima kasih.

"Ketika teman sekamar atau orang terdekat mencuci piring kotormu misalnya, lalu kamu merasa tidak enak, alih-alih minta maaf karena tidak melakukannya sendiri, ungkapkan rasa terima kasih yang membuat mereka merasa bahagia dan dihargai," bebernya, dikutip dari Psychology Times.

"Ini tentu saja hanya berlaku ketika kamu biasanya melakukan tugas tersebut, jika teman sekamar atau orang terdekatmu marah karena kamu tidak pernah membantu, berterima kasih kepada mereka untuk apa yang sebenarnya tidak harus mereka lakukan, hanya akan semakin mengganggu," sambung dia.



Simak Video "Kok Kamu Klepto Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT