Duh, Studi Temukan Jumlah Produksi Sperma Pria Menyusut 62 Persen!

ADVERTISEMENT

Duh, Studi Temukan Jumlah Produksi Sperma Pria Menyusut 62 Persen!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 16 Nov 2022 20:30 WIB
A sample of donor sperm and a doctors prescription
Jumlah sperma menyusut. (Foto ilustrasi: iStockphoto)
Jakarta -

Sebuah penelitian baru mengungkapkan jumlah sperma pria secara global telah menurun lebih dari 62 persen, antara tahun 1973 dan 2018. Hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan krisis angka reproduksi.

Menurut studi peer-review yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction Update, pada periode yang sama, konsentrasi sperma pria turun lebih dari 51 persen. Itu turun dari 101,2 juta menjadi 49 juta sperma per mililiter.

Meski begitu, angka tersebut masih di atas rata-rata jumlah sperma berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 15 juta per mililiter. Jika jumlahnya sudah di bawah itu, seorang pria dianggap memiliki jumlah sperma yang rendah.

Namun, menurut pemimpin studi sekaligus ahli epidemiologi Prof Hagai Levine dari Hebrew University of Jerusalem, kondisi itu masih mengkhawatirkan. Ia mengatakan studi ini menjadi sebuah peringatan dini untuk bahaya yang mungkin akan lebih besar.

"Kami memiliki masalah serius di tangan kami yang, jika tidak segera diatasi, dapat mengancam kelangsungan hidup umat manusia," kata Prof Levine yang dikutip dari New York Post, Rabu (16/11/2022).

Studi ini berisi data dari tujuh tahun lebih dan mencakup 53 negara. Meta-analisisnya mengamati 223 studi berdasarkan sampel sperma dari 57.000 lebih pria.

Hasil Studi

Ada beberapa negara yang ikut bergabung dalam studi ini, seperti peneliti dari Denmark, Brasil, dan Spanyol. Prof Levine mengungkapkan studi tersebut tidak membahas apa yang menjadi penyebab penurunan sperma.

Namun, para peneliti mengaitkan penurunan jumlah sperma dengan beberapa hal, seperti:

  • Obesitas
  • Gaya hidup yang tidak banyak bergerak
  • Merokok
  • Paparan bahan kimia
  • Pestisida
  • Dan faktor-faktor lainnya

"Tren penurunannya sangat jelas. Ini adalah temuan yang luar biasa dan saya merasa bertanggung jawab untuk menyebarkannya ke dunia. Penurunannya sangat nyata dan tampaknya semakin cepat," jelas Prof Levine.

Pada kesempatan yang sama, Prof Shanna Swan dari Icahn School of Medicine di New York mengatakan jumlah sperma yang menurun drastis ini bisa membahayakan kesehatan para pria. Hal ini dapat memicu munculnya gangguan kesehatan yang serius.

"Penurunan yang meresahkan dalam konsentrasi sperma pria dan jumlah sperma total lebih dari 1% setiap tahun seperti yang dilaporkan dalam makalah kami konsisten dengan tren buruk pada hasil kesehatan pria lainnya," beber Swan.

"Ini termasuk kanker testis, gangguan hormonal dan cacat lahir genital, serta penurunan kesehatan reproduksi wanita. Ini jelas tidak bisa terus dibiarkan," pungkasnya.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT