Menkes Bicara Kemungkinan Level PPKM Naik-Aturan Nataru Imbas COVID-19 Ngegas

ADVERTISEMENT

Menkes Bicara Kemungkinan Level PPKM Naik-Aturan Nataru Imbas COVID-19 Ngegas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 18:01 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth)
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh Indonesia berasa di level 1 hingga 5 Desember. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), situasi COVID-19 di Indonesia masih dalam level tersebut.

Meskipun terjadi kenaikan kasus COVID-19 akibat sub varian XBB dan BQ.1, tren kasus mingguan masih berada di bawah 20 per 100 ribu. Angka pasien COVID-19 di RS juga tercatat rendah, tidak melebihi lima per seribu dalam seminggu.

"Kematian itu satu kasus per 100 ribu penduduk per minggu, itu standard-nya WHO. Tinggal dilihat saja, angkanya kita, kalau saya enggak salah, kemarin itu naik dari dua kasus per 100 per minggu, sekarang mungkin 12-an atau 13-an, tapi masih di bawah 20 per 100 ribu penduduk per minggu," ungkap Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Gedung Kemenkes RI Jumat (18/11/2022).

"Jadi masih masuk level satunya WHO," sambungnya.

Bakal Ada PPKM Nataru?

Tren kasus COVID-19 yang kembali meningkat drastis dipastikan Menkes bukan terkait perayaan hari besar dan liburan. Karenanya, kecil kemungkinan bakal ada pengetatan PPKM Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hingga kini sub varian Omicron XBB dan BQ.1 sudah mendominasi 60 persen dari kasus COVID-19 harian.

"Pengalaman kita sudah kita lihat, kenaikan dari gelombang bukan karena liburan. Itu pertama kali kita mikirnya begitu," beber Menkes.

"Tapi sesudah kita lihat ternyata disebabkan oleh varian baru. Jadi nataru atau tidak nataru atau yang lain, kemarin lebaran enggak naik. Kemarin lebaran itu pergerakan lebih dahsyat dari nataru kan bulan Juli, Juni enggak naik," lanjut dia.



Simak Video "AS Berencana Cabut Status Darurat Covid-19, Indonesia Kapan?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT