Geger Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Ungkap Tersangka Baru Cemaran EG Obat Sirup?

ADVERTISEMENT

Geger Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Ungkap Tersangka Baru Cemaran EG Obat Sirup?

Hana Nushratu Uzma - detikHealth
Senin, 21 Nov 2022 14:23 WIB
BPOM mengumumkan PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries jadi tersangka kasus cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di obat sirup.
Kepala BPOM RI Penny K Lukito. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI angkat bicara soal proses hukum lima perusahaan farmasi yang memproduksi obat sirup mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Obat sirup tersebut diduga menjadi 'biang kerok' kasus gagal ginjal akut (GGA) yang menewaskan 200 anak.

Menurut Penny, dari lima perusahaan, baru dua yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni PT Universal Pharmaeutical Industries dan PT Yarindo Farmatama. Kini berkas perkara keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Namun, menurut info terbaru
Bareskrim Polri dua perusahaan lain yang juga sudah berstatus tersangka ialah PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical.

"Tentunya nanti akan ada proses di pengadilan," ujar Kepala BPOM RI Penny K Lukito ditemui tim detikcom di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (21/11/2022).

Satu hal yang dipastikan BPOM RI, sanksi administrasi terhadap kelima perusahaan farmasi telah diberikan. Izin edar dan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari kelima industri farmasi tersebut dicabut. Selain itu, BPOM juga mencabut sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Perusahaan Besar Farmasi (PBF) yang terlibat yaitu PT Megasetia Agung Kimia dan PT Tirta Buana Kemindo.

"Jadi mereka (perusahaan industri dan PBF) sudah tidak bisa bergerak lagi dan mereka harus menarik semua produknya untuk dimusnahkan nanti," kata Penny.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan 'tersangka' baru, Penny mengatakan pihaknya sudah menelusuri secara lengkap kasus ini. Ia mengimbau para industri farmasi yang sudah telanjur membeli pasokan pelarut dari perusahaan yang sudah disebutkan, untuk memusnahkan produknya.

"Kami sudah mengimbau kepada para industri farmasi yang membeli pasokan pelarutnya dari PBF yang sudah kami sebutkan itu, untuk segera menghentikan produksinya dan menarik juga (dari peredaran)," tutur Penny.



Simak Video "Daftar Tambahan Produk Obat Sirup Tanpa Pelarut Polietilen Glikol-Gliserol"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT