Curhat Chris Hemsworth Berisiko Kena Alzheimer, Ini Pemicunya

ADVERTISEMENT

Curhat Chris Hemsworth Berisiko Kena Alzheimer, Ini Pemicunya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 21 Nov 2022 17:21 WIB
4 Pola Makan Chris Hemsworth untuk Berperan Sebagai Thor
Chris Hemsworth mengaku dirinya berisiko terkena alzheimer. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Aktor Chris Hemsworth mengungkapkan dirinya memiliki risiko alzheimer setelah menjalani tes genetik. Ia memiliki memiliki DNA yang membawa dua salinan APOE4, yakni gen yang paling progresif untuk menghancurkan ingatan dan fungsi mental lainnya.

Diketahui, gen tersebut berasal dari genetik atau diwarisi oleh ayah dan ibunya. Menurut ahli saraf, semakin banyak gen APOE4 yang dimiliki, akan semakin tinggi juga risiko alzheimer yang dialaminya. Hal ini membuat Hemsworth akan istirahat dari dunia akting.

"Itu benar-benar memicu sesuatu dalam diri saya untuk mengambil cuti. Dan sejak kami menyelesaikan pertunjukan, saya telah menyelesaikan hal-hal yang sudah saya kontrak untuk dilakukan," kata Hemsworth yang dikutip dari News.co.au, Senin (21/11/2022).

"Kemungkinan bahwa saya tidak akan dapat mengingat kehidupan yang saya alami, atau istri saya, anak-anak saya, mungkin adalah ketakutan terbesar saya," sambung pemeran 'Thor' tersebut.

Dikutip dari Mayo Clinic, para peneliti percaya penyebab alzheimer ini tidak hanya satu. Kemungkinan ada berbagai faktor penyebab, seperti genetika, gaya hidup, hingga lingkungan.

Berikut faktor risiko terbesar dari alzheimer:

1. Usia

Faktor risiko terbesar dari alzheimer adalah bertambahnya usia, namun ini bukanlah bagian normal dari tanda penuaan. Kebanyakan orang dengan penyakit ini berusia 65 tahun ke atas.

Setelah usia 65 tahun, risiko alzheimer berlipat ganda setiap lima tahun. Setelah usia 85 tahun, risikonya mencapai hampir sepertiga.

2. Sejarah Keluarga

Faktor risiko kuat lainnya adalah riwayat keluarga. Mereka yang memiliki orang tua, saudara laki-laki atau perempuan dengan alzheimer lebih mungkin untuk mengidap penyakit ini.

Risiko ini akan meningkat jika lebih dari satu anggota keluarga mengidap penyakit tersebut. Ketika penyakit cenderung menurun dalam keluarga, faktor keturunan (genetik), faktor lingkungan, atau keduanya, mungkin berperan.

3. Genetika (Keturunan)

Para ilmuwan mengatakan genetik sangat berperan dalam penyakit alzheimer. Ada dua kategori gen yang mempengaruhi, yakni gen risiko dan gen deterministik.

Diperkirakan kurang dari 1 persen kasus alzheimer disebabkan oleh gen deterministik (gen yang menyebabkan suatu penyakit, bukan meningkatkan risiko berkembangnya suatu penyakit).

4. Faktor Risiko Lainnya

Selain usia, riwayat keluarga, dan genetik, ada beberapa faktor risiko lain dari kondisi alzheimer ini. Misalnya seperti:

  • Cedera kepala
  • Koneksi jantung-kepala (hubungan kesehatan otak dan jantung)
  • Penuaan yang sehat secara keseluruhan


Simak Video "Perilaku Selingkuh dari Faktor Genetika, Apa Iya?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT