Lansia Bakal Dibooster Kedua, Ini Buka-bukaan Pakar soal Situasi COVID RI Kini

ADVERTISEMENT

Lansia Bakal Dibooster Kedua, Ini Buka-bukaan Pakar soal Situasi COVID RI Kini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 13:49 WIB
Pemerintah terus mengebut vaksinasi booster untuk mengendalikan pandemi Corona. Saat ini posko yang terus sibuk melayani warga berada di Taman Swakarsa Pondok Kelapa, Jaktim.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua untuk masyarakat umum non-nakes, yakni pada kelompok lansia. Hal ini menyusul lonjakan COVID-19 yang kini kembali menerpa Indonesia, diduga imbas merebaknya subvarian Omicron XBB dan BQ.1.

"Dengan mempertimbangkan tingginya risiko kasus berat COVID-19 pada lansia dan rekomendasi ITAGI, maka diperlukan vaksinasi booster COVID-19 kedua untuk lansia," tertera dalam surat edaran yang diteken Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Rabu (23/11/2022).

Dalam kesempatan sebelumnya, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyebut, proses vaksinasi COVID-19 perlu dilakukan bertahap. Sebelum mencapai pemberian booster kedua atau dosis keempat, suntikan booster pertama atau dosis ketiga perlu digencarkan lebih dulu.

Pun vaksinasi dosis keempat akan dimulai untuk masyarakat umum non-nakes, wajib dimulai dari kelompok rentan yakni lansia.

Seperti Apa Situasi COVID-19 RI Kini?

Pandu menyoroti, subvarian Omicron XBB dan BQ.1 kini mendominasi dengan proporsi sekitar 60 persen dari varian-varian Corona yang merebak. Ada kemungkinan, sekarang pun Indonesia sudah berada pada puncak gelombang COVID-19 kali ini.

"Sekarang sudah ada di puncak. Sudah cukup tinggi. Sekarang di mana-mana sudah mulai landai," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (22/11).

"Mungkin lebih tinggi (kasus harian) juga nggak apa-apa karena ada varian baru. Setiap ada varian baru itu lebih mudah menular. Dia mencari korban selalu orang-orang yang lemah, tidak mau vaksinasi, tidak disiplin. Jadi terinfeksi tapi tidak mati, tidak bikin masuk rumah sakit," imbuh Pandu.

Terakhir ia menyoroti, pada gelombang COVID-19 kali ini, orang-orang yang berisiko mengalami gejala fatal dan kematian sebagian besarnya dalam kondisi belum menerima suntikan vaksin COVID-19 booster.

"Saya percaya tingkat imunitas sekarang itu cukup baik. Tetapi tidak berlaku sama pada setiap orang. Nanti dengan sekarang saja ada kenaikan, banyak yang tertular. Tetapi yang menjadi korban adalah sebagian besar yang belum divaksinasi atau vaksinasinya belum lengkap. Kalau sudah dibooster, dari data nggak ada yang mati. Sedikit sekali," pungkas Pandu.

Simak Video 'Booster Kedua untuk Lansia Direstui, Bagaimana dengan Masyarakat Umum?':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT