Booster Kedua COVID-19 Sudah Bisa untuk Lansia, Catat Jeda Waktu Minimalnya

ADVERTISEMENT

Booster Kedua COVID-19 Sudah Bisa untuk Lansia, Catat Jeda Waktu Minimalnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 10:31 WIB
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua untuk kelompok non-nakes, yakni lansia. Kebijakan ini menyusul lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia kini yang dipicu oleh subvarian Omicron XBB dan BQ.1.

Hal ini telah diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia, berlaku per 22 November 2022 untuk lansia berusia 60 tahun ke atas.

Dalam laman resmi Kemenkes RI disebutkan, vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI. Vaksin yang diberikan juga memperhatikan stok vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.

Kapan Bisa Diberikan?

Juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril menyebut, suntikan vaksin COVID-19 booster kedua diberikan dalam jangka waktu minimal enam bulan, terhitung sejak suntikan vaksin sebelumnya yakni booster pertama atau dosis vaksin COVID-19 ketiga.

"Adapun vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sejak booster pertama diberikan," ungkap Syahril, dikutip dari laman Kemenkes RI, Rabu (23/11/2022).

"Sementara bagi lansia yang belum booster pertama segera dapatkan booster pertama, Kami menghimbau agar para lansia dipastikan vaksinasi primernya harus dilengkapi dulu," imbuhnya.

Seiring itu Syahril menekankan, berlangsungnya vaksinasi COVID-19 booster kedua wajib dibarengi percepatan vaksinasi booster pertama untuk orang-orang yang belum mendapatkan. Khususnya, pada kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

"Mengingat faktor risikonya yang tinggi, kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga," pungkas Syahril.

NEXT: Pakai jenis vaksin apa di suntikan booster kedua?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT