Dokter Forensik Jelaskan Mumifikasi yang Dialami Jasad Keluarga Kalideres

ADVERTISEMENT

Dokter Forensik Jelaskan Mumifikasi yang Dialami Jasad Keluarga Kalideres

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 16:30 WIB
Rumah sekeluarga tewas mengering di Kalideres, jakarta Barat, terkunci rapat.
Foto: Rumah sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres, jakarta Barat, terkunci rapat. (Rumondang Naibahp/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap bahwa kondisi jenazah keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, mengalami mumifikasi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor kendala untuk mengungkap penyebab kematian korban.

"Ini sedang diteliti oleh kedokteran forensik, biarpun ada kerumitan yang cukup tinggi karena sudah terjadi mumifikasi, nanti yang jawab ahlinya," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (21/11/2022).

Apa Itu Mumifikasi?

Dokter spesialis forensik dari Universitas Indonesia dr Ade Firmansyah, menjelaskan mumifikasi adalah perubahan yang terjadi pada mayat lantaran penguapan cairan dan pembusukan.

Adapun lama waktu mumifikasi berbeda-beda dari lokasi temuan mayat. Dikatakan dr Ade, proses mumifikasi sendiri terjadi dalam waktu sekitar 15 hari apabila jenazah berada di luar ruangan. Sementara di dalam ruangan, proses tersebut dapat berlangsung selama dua hingga tiga bulan.

"Mumifikasi adalah suatu bentuk lanjut dari pembusukan mayat. Mumifikasi dapat terjadi pada kondisi suhu yang cukup tinggi serta kelembaban yang rendah di tempat ditemukannya jenazah," katanya kepada detikcom, Selasa (22/11).

Beda Mumifikasi Keluarga Kalideres dengan Pengawetan Mayat Mesir Kuno

Mumifikasi kerap dikaitkan dengan pembalseman dan pengawetan mayat. Akan tetapi, dikatakan dr Ade, proses tersebut berbeda dengan kasus keluarga di Kalideres.

"Ada hal yang berbeda antara tindakan pembalseman atau pengawetan mayat yang dilakukan oleh orang Mesir kuno yang menghasilkan mumi, dengan apa yang kita sebut sebagai mumifikasi di sini," beber dia.

Pada prinsipnya, lanjut dr Ade, ketika tubuh mengering karena proses mumifikasi, jenazah akan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Adapun hal tersebut dilakukan untuk proses persemayaman.

"Sedangkan pengawetan mayat pada umumnya yang dilakukan untuk proses persemayaman, tidak sampai menghasilkan mumifikasi seperti ini," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11) lalu. Polisi mengungkap hasil autopsi empat sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres diduga karena 'tidak makan dan minum cukup lama'.



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT