M Nuh soal Ribut-ribut RUU Kesehatan: Kemenkes-IDI Perlu Diskusi

ADVERTISEMENT

M Nuh soal Ribut-ribut RUU Kesehatan: Kemenkes-IDI Perlu Diskusi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 10:32 WIB
Prof M. Nuh (Ketua Dewan Pers) 
Komisaris Utama Bank Mega Syariah
Eks Mendikbud era SBY, Prof M Nuh. (Foto: Iswahyudi (20detik)
Jakarta -

Gaduh RUU Kesehatan Omnibus Law hingga lima organisasi profesi menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI. Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof Muhammad Nuh, mengingatkan ada baiknya semua pemangku kepentingan melakukan dialog bersama demi menentukan perubahan atau reformasi terbaik bagi masyarakat.

"Semuanya bisa didialogkan karena kalau tidak ada otoritas ngambang semua kan, oleh karena itu saya kira dialog antara teman-teman asosiasi itu dan seterusnya, dengan pembuat kebijakan sehingga setelah itu bisa dirumuskan," tuturnya saat dihubungi detikcom Minggu (27/11/2022).

"Putuskan yang terbaik bukan bagi dokter semata, menkes semata, yang terbaik bagi negara bangsa orientasinya layanan kesehatan bagi masyarakat," lanjut dia.

Prof Nuh menekankan posisinya bukan dalam mendukung maupun menolak. Namun, perubahan UU Kesehatan dinilai perlu setelah puluhan tahun tidak ada hasil efektif dari pemerataan tenaga kesehatan dan jumlah dokter maupun dokter spesialis.

Ia meminta seluruh pihak tak mengedepankan egosentrisme terkait RUU Kesehatan Omnibus Law. Senin kemarin (28/11) lima organisasi profesi termasuk Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan aspirasi penolakan di depan Gedung DPR RI.

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya melarang aksi damai tersebut lantaran khawatir pelayanan kesehatan bakal terganggu.

"Siapapun namanya, sepanjang itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, yang semakin berkualitas dan terjangkau harus kita dukung. Mau Ndak mau. Wong kita itu tugasnya itu. Lah, justru egosentris itu yang harus dikelola," kata Mantan Mendikbud era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ayo sama-sama kita ngumpul, apa sih yang terbaik buat layanan kesehatan kita biar lebih 'joss'," pesan dia.



Simak Video "Menkes Budi Beberkan Adanya 'Abuse of Power' Terkait Izin Praktik Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT