COVID Belum Kelar, Ilmuwan Ketar-Ketir 'Virus Zombi' Ancam Manusia

ADVERTISEMENT

COVID Belum Kelar, Ilmuwan Ketar-Ketir 'Virus Zombi' Ancam Manusia

Hana Nushratu - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 19:15 WIB
COVID Belum Kelar, Ilmuwan Ketar-Ketir ‘Virus Zombi’ Ancam Manusia
Foto: An update on eukaryotic viruses revived from ancient permafrost
Jakarta -

Dunia belum selesai dengan pandemi COVID-19, namun dikejutkan dengan virus baru yang berpotensi menjadi pandemi. Ilmuwan Prancis telah membangunkan 'virus zombi' yang terlelap selama 50.000 tahun di bawah danau beku di Rusia.

"Situasinya akan jauh lebih buruk dalam kasus penyakit tumbuhan, hewan, atau manusia yang disebabkan oleh kebangkitan virus yang tidak diketahui," tulis studi 'An Update on Eukaryotic Viruses Revived from Ancient Permafrost', yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Dilaporkan Science Alert, penelitian ini dipimpin oleh Jean-Marie Alempic dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis.

Menurut makalah pendahuluan (preliminary paper), pemanasan global menyebabkan petak besar lapisan es yang menutupi seperempat Belahan Bumi Utara, mencair secara ireversibel (tidak bisa dibekukan kembali). Fenomena ini memiliki efek mengkhawatirkan dari 'melepaskan bahan organik beku hingga satu juta tahun, termasuk patogen yang berpotensi berbahaya'.

"Bagian dari bahan organik ini juga terdiri dari mikroba seluler yang dihidupkan kembali (prokariota, eukariota uniseluler) serta virus yang tetap tidak aktif sejak zaman prasejarah," tulis para peneliti.

Rekan penulis penelitian, Profesor Jean-Michel Claverie dari Universitas Aix-Marseille, mengeluarkan peringatan kepada otoritas medis tentang kurangnya pembaruan signifikan pada virus 'hidup' di lapisan es sejak studi asli pada tahun 2014 dan 2015.

"Ini salah menunjukkan bahwa kejadian seperti itu jarang terjadi dan bahwa 'virus zombie' bukanlah ancaman kesehatan masyarakat," tulis tim peneliti dalam temuannya.

Para ilmuwan, mungkin secara paradoks, menghidupkan kembali beberapa yang disebut "virus zombie" dari lapisan es Siberia guna menjalani penelitian. Virus tertua, dijuluki Pandoravirus yedoma setelah karakter mitologis Pandora.

NEXT: Virus terinspirasi dari karakter Pandora

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT