Tren Oplas Menjamur di Jepang, Anak-anak Dipaksa Permak Wajah

ADVERTISEMENT

Tren Oplas Menjamur di Jepang, Anak-anak Dipaksa Permak Wajah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 29 Nov 2022 21:31 WIB
Plastic surgeon standing behind female patient and showing thumbs-up
Ilustrasi operasi plastik. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tren operasi plastik yang menjamur di seluruh dunia membuat para orang tua memaksa anaknya melakukan prosedur tersebut sejak dini. Tak ayal tren tersebut memicu kontroversi sebab tak sedikit yang meminta anak yang bahkan belum pubertas untuk mempermak wajahnya.

Hal ini juga dialami oleh Micci, anak yang masih berusia 9 tahun di Jepang. Ibunya memaksanya untuk menjalani operasi permak kelopak mata ganda untuk membuatnya terlihat lebih cantik.

"Ibu dan adik perempuan saya memiliki mata yang besar, sedangkan saya memiliki monolid," katanya kepada VICE TV dikutip dari NYPost.

Terlepas dari usianya yang masih sangat muda, Micci memiliki keinginan kuat untuk melakukan prosedur tersebut agar orang-orang bisa menganggap dirinya lebih menarik. Micchi menambahkan bahwa dia ingin menjalani operasi plastik karena matanya "terlalu sipit" dan seperti "memelototi orang".

Pada tahun 2021, sebuah klinik Jepang menemukan bahwa sembilan dari 10 responden remaja menginginkan operasi plastik untuk mempermak wajah mereka. Angka ini meningkat dari sekitar 7 dari 10 hanya dua tahun sebelumnya.

Toru Aso, seorang ahli bedah kosmetik di Tokyo, secara pribadi telah menyaksikan meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang mengunjungi kliniknya dalam beberapa tahun terakhir.

"Sepuluh tahun lalu, sepertinya yang datang dengan usia di bawah umur hanya satu orang tiap bulan. Sekarang saya mendapat kunjungan setiap hari," katanya.

Di antara pasien Aso, prosedur yang paling populer adalah operasi kelopak mata, sebuah tren yang terlihat secara nasional. Pada tahun 2020, operasi kelopak mata-atau blepharoplasty-menyumbang lebih dari 64 persen dari semua prosedur bedah di Jepang.

Meskipun relatif aman dibandingkan dengan operasi lain yang lebih menuntut secara fisik, seperti Pengencangan Bokong Brasil atau sedot lemak, masih ada risiko yang terkait dengan prosedur seperti kebutaan atau cedera pada otot mata di sekitarnya.



Simak Video "Berkali-kali Operasi Plastik, Amankah?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT