Hari AIDS Sedunia, Ahli Singgung Penyebab Mahasiswa Rentan HIV-AIDS

ADVERTISEMENT

Hari AIDS Sedunia, Ahli Singgung Penyebab Mahasiswa Rentan HIV-AIDS

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 15:00 WIB
STD Blood Tests
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Di Hari AIDS Sedunia, pakar mengkhawatirkan perilaku seks bebas memicu peningkatan risiko remaja mengalami HIV-AIDS. Akses teknologi yang luas dikhawatirkan membuat banyak kelompok usia produktif terpapar penyakit tersebut.

Beberapa waktu lalu, data yang disampaikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mengenai ratusan mahasiswa terinfeksi HIV bikin geger. Disebutkan dari 5.943 warga Bandung pengidap HIV dalam kurun waktu 30 tahun, mahasiswa menyumbang 414 kasus atau setara 6,97 persen.

Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia dr TB Djumhana Atmakusuma, SpPD-KHOM mengatakan kondisi ini besar kemungkinannya karena seks bebas dan perilaku tidak sehat yang dilakukan para remaja. Ia juga menyinggung tidak eksplisitnya informasi yang dibagikan mengenai bahaya HIV-AIDS membuat banyak remaja berisiko terinfeksi penyakit tersebut.

"Seks bebas, narkoba suntik, itu memicu. Kebiasaan ganti-ganti pasangan pada remaja juga. Saya juga kaget pas lihat data dari Kemenkes ada 12 ribu anak di bawah 12 tahun positif HIV," tuturnya saat dijumpai detikcom di daerah Jakarta Pusat, Rabu (31/11/2022).

Menurut dia, penting agar para remaja diberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang bahaya HIV-AIDS sebab selain tentang stigma, mereka dengan HIV-AIDS harus menjalani pengobatan seumur hidup.

"Jadi sejak kecil itu harus diberi (edukasi-red). Masalahnya sekarang kan gambarnya nggak ada, datanya nggak ada," pungkasnya.



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT