Apa Itu Permafrost? Lokasi 'Virus Zombie' Berusia 48 Ribu Tahun Ditemukan

ADVERTISEMENT

Apa Itu Permafrost? Lokasi 'Virus Zombie' Berusia 48 Ribu Tahun Ditemukan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 15:30 WIB
Permafrost di Siberia
Lokasi temuan 'virus zombie' di Siberia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Adrian Wojcik)
Jakarta -

Para peneliti dari Perancis, Jerman, dan Rusia menghidupkan kembali 13 jenis virus baru yang telah berada di atas es di tanah Siberia selama antara 27.000 dan 48.500 tahun.

"Kemungkinan permafrost kuno, akan melepaskan virus yang tidak diketahui ini saat dicairkan," kata peneliti.

Apa itu permafrost?

Permafrost adalah lapisan beku permanen di atas atau di bawah permukaan bumi. Permafrost terdiri dari tanah, kerikil, dan pasir, biasanya diikat oleh es. Permafrost biasanya tetap pada atau di bawah 0°C (32ºF) setidaknya selama dua tahun.

Dikutip dari National Geographic, permafrost dapat ditemukan di darat dan di bawah dasar laut. Permafrost juga ditemukan di Greenland, negara bagian Alaska AS, Rusia, China, dan Eropa Timur.

Ilmuwan yang mempelajari permafrost mampu memahami perubahan iklim Bumi dengan mengamati perubahan permafrost. Studi menunjukkan permafrost Bumi menghangat 6ºC selama abad ke-20. Para ilmuwan memprediksi pencairan luas permafrost pada tahun 2100.

Dampaknya adalah meluasnya patogen penyebab penyakit.

Pada tahun 2016, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal dan sekitar 100 orang menjadi sakit karena keracunan antraks di wilayah Siberia yang tidak pernah terjadi wabah selama lebih dari 70 tahun. Para ilmuwan mengira wabah itu disebabkan oleh spora antraks yang dilepaskan dari bangkai rusa berusia puluhan tahun yang baru terpapar oleh lapisan es yang mencair.

Satu gram permafrost dapat mengandung ribuan spesies mikroba yang tidak aktif. Para ilmuwan khawatir bahwa pencairan tidak hanya dapat mengungkap penyakit, tetapi juga melepaskan patogen kuno yang saat ini tidak memiliki kekebalan alami dan tidak ada antibiotik atau vaksinasi yang efektif.

Next: Efek pencairan permafrost

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT