Bukan Seperti di Film, Ini Lho 'Virus Zombie' yang Sebenarnya

ADVERTISEMENT

Bukan Seperti di Film, Ini Lho 'Virus Zombie' yang Sebenarnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 17:00 WIB
A girl wears zombie make-up and outfit as she participates in the Zombie Walk 2021, part of Halloween weekend in Tel Aviv, Israel, Saturday, Oct. 30, 2021. (AP Photo/Ariel Schalit)
Bukan seperti yang ada di film, ternyata ini 'virus zombie' yang sebenarnya. (Foto ilustrasi: AP/Ariel Schalit)
Jakarta -

Saat mendengar kata 'virus zombie', yang terlintas dipikiran sebagian orang mungkin seperti yang ada di film-film horor kebanyakan, yang bisa membuat manusia menjadi mayat hidup. Tapi, ternyata 'virus zombie' yang satu ini sangat berbeda.

'Virus zombie' temuan ilmuwan Prancis ini sebenarnya adalah pandoravirus yedoma atau virus tertua. Dinamakan 'virus zombie' karena virus yang terkubur di bawah danau beku itu 'dihidupkan kembali' oleh para ilmuwan untuk mempelajari potensi keganasan yang bisa saja muncul di masa mendatang akibat pemanasan global.

Dalam studinya, para ilmuwan menetapkan bahwa virus-virus yang telah diekstraksi dari permukaan dingin Siberia yang mencair berbeda dari semua virus yang ada yang diketahui dalam hal genomnya.

Apakah Seganas 'Virus Zombie' di Film?

Mungkin tidak seperti zombie yang ada di film-film, yang membuat manusia seperti mayat hidup. Tetapi, para ilmuwan mengungkapkan 'virus zombie' ini berpotensi menular dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti pandemi COVID-19.

Di masa mendatang, COVID-19 akan menjadi hal yang umum. Sebab, akan disusul virus yang dilepaskan oleh pencarian permafrost.

"Oleh karena itu, wajar untuk memikirkan risiko partikel virus purba tetap menular dan kembali ke sirkulasi dengan mencairnya lapisan permafrost kuno," tulis ilmuwan, dikutip dari Outlook India.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga menyebut bahwa penemuan virus ini hanyalah puncak dari gunung es. Sebab, masih ada lebih banyak virus yang terkubur di bawahnya yang memang belum terkuak karena membutuhkan penelitian lebih lanjut.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT