Kematian Naik Lagi, Menkes Ingatkan 2 Kelompok Berisiko Meninggal di Puncak XBB

ADVERTISEMENT

Kematian Naik Lagi, Menkes Ingatkan 2 Kelompok Berisiko Meninggal di Puncak XBB

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 18:00 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Angka kematian COVID-19 kembali meningkat seiring dengan laporan varian baru XBB dan BQ.1. Saat ini, dua varian tersebut sudah mendominasi kasus harian COVID-19 di Indonesia bahkan hingga 80 persen.

Berdasarkan catatan per Kamis (1/12/2022) ada 54 kematian dari 4.977 kasus baru yang dilaporkan. Jauh lebih tinggi dibandingkan Rabu (30/11/2022) yakni 41 kasus kematian, selama sepekan terakhir kematian paling banyak dilaporkan 28 November lalu dengan nyaris 60 kasus.

Karenanya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti dua kelompok yang paling berisiko fatal di gelombang kali ini.

"Catatan saya ya sekarang naik kasus yang dirawat di RS, 74 persen itu di antaranya belum booster, sementara 84 persen yang meninggal belum booster, 50 persen belum divaksinasi sama sekali," beber dia kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Kamis (1/12/2022).

"Jadi sekarang kelihatan manfaat orang yang belum divaksinasi dan sudah divaksinasi," terang dia.

Kelompok yang belum divaksinasi memiliki risiko meninggal lebih tinggi hingga 50 persen. Karenanya, Menkes berpesan agar segera meningkatkan antibodi atau imunitas yang turun di tengah dominasi Omicron varian baru.

Ia belum bisa memperkirakan kapan pandemi COVID-19 diprediksi berakhir dan statusnya bisa turun menjadi endemi.

"Kalau yang nentuin berakhir atau nggak kan WHO ya," terang dia.



Simak Video "99% Warga RI Kebal Covid-19, Kemenkes: Kuncinya Kelengkapan Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT