dr Boyke Komentari Tenda Sakinah, Tempat Bercinta Pasutri Korban Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Round Up

dr Boyke Komentari Tenda Sakinah, Tempat Bercinta Pasutri Korban Gempa Cianjur

Alethea Pricila - detikHealth
Sabtu, 03 Des 2022 05:30 WIB
Tenda medis di depan tenda dapur umum yang ramai disebut tenda sakinah
Tenda sakinah khusus pasutri di Cianjur (Foto: Ikbal Slamet)
Jakarta -

Belakangan 'tenda sakinah' yang didirikan bagi pasangan suami istri korban gempa di Cianjur, Jawa Barat menjadi perbincangan warganet. Tempat tersebut dikhususkan sebagai lokasi hubungan seksual pasutri. Penggagas Feri R Firdaus menjelaskan tenda ini dibuat untuk pemenuhan kebutuhan biologis pasutri akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meski awalnya terjadi penolakan oleh sejumlah warga karena dianggap tabu, mereka akhirnya menerima pembangunan tenda khusus pasutri ini. Hal ini mengingat masa waktu tanggap darurat belum dicabut sehingga warga belum boleh kembali ke rumah.

Awal Mula Pendirian 'Tenda Sakinah'

Feri menceritakan awal mula dibangunnya tenda sakinah ini karena mendengar keluh kesah seorang korban yang baru pulang dari merantau dua bulan lamanya dan kembali ke Cianjur bertepatan dengan kejadian gempa bumi. Alhasil, orang tersebut mengaku tidak bisa melepas rindu dengan sang istri lantaran rumahnya mengalami rusak berat.

"Niatnya melepas rindu sama istri setelah dua bulan merantau kerja tapi apa daya terjadi gempa," kata Feri kepada AntaraNews, Kamis (1/12/2022).

Meski tenda ini sudah didirikan, Feri memastikan agar tenda tersebut tidak disalahgunakan oleh pasangan yang bukan suami istri. Ia juga mengatakan bahwa memenuhi kebutuhan biologis korban bencana juga menjadi salah satu tugas Kementerian Agama.

"Kemenag itu tugasnya bukan hanya menikahkan saja tetapi juga ikut bertanggung untuk hal seperti ini (memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi saat ada bencana, termasuk kebutuhan biologis)," kata dia.

Tanggapan Pakar

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha menyebut hal ini sangat wajar terjadi. Ia menjelaskan ibarat dengan kebutuhan makan dan minum bagi manusia, kebutuhan hubungan seks juga tak kalah 'wajib'.

"Kebutuhan seks itu kan seperti makan dan minum saja, dan itu hanya bedanya kalau orang nggak makan nggak minum mati, kalau orang melakukan hubungan seks ya nggak mati, bedanya itu cuma jadi pusing," tutur dia kepada detikcom, ditulis Jumat (2/12/2022).

NEXT: Tenda sakinah solusi yang humanis



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT