Mohon Maaf, Ganja Medis Ternyata Nggak Manjur-manjur Amat

ADVERTISEMENT

Mohon Maaf, Ganja Medis Ternyata Nggak Manjur-manjur Amat

Fadilla Namira - detikHealth
Minggu, 04 Des 2022 15:30 WIB
Marijuana leaves with cbd thc chemical structure
Ganja medis ternyata nggak manjur-manjur amat (Foto: Getty Images/iStockphoto/anankkml)
Jakarta -

Meski beberapa negara telah melegalkan ganja untuk kesenangan pribadi, tidak sedikit pula negara yang memakai ganja sebagai pengobatan medis. Namun, apakah benar penyembuhannya dirasa efektif?

Manfaat utama ganja dalam bidang kesehatan adalah mengurangi rasa sakit. Hal ini dibuktikan dalam survei nasional Amerika Serikat yang mencatat bahwa 17-30 persen orang dewasa di Amerika Utara, Eropa, dan Australia menggunakannya untuk mengatasi rasa nyeri. Bahkan, sudah banyak berita yang menyiarkan dampak positif dari penggunaan ganja medis.

Namun, penggunaan ganja medis masih diperdebatkan karena efektivitasnya dinilai masih belum jelas.

Untuk mengungkap kebenarannya, para ilmuwan telah membanding secara rinci manfaat ganja medis dengan plasebo yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association. Dikutip dari Live Science, mereka total memasukkan 20 studi dengan melibatkan hampir 1.500 orang guna membandingkan perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pengobatan.

Sebagai informasi, plasebo adalah metode pemberian obat tidak mengandung bahan aktif guna memprediksi dampak dari suatu obat. Efek pemberian plasebo akan menjadi acuan untuk membandingkan efek pemberian obat yang sesungguhnya.

Sebanyak 62 persen peserta penelitian adalah perempuan yang berumur 33-62 tahun. Kondisi peserta pun berbeda-beda, misalnya pengidap nyeri neuropatik karena kerusakan saraf dan multiple sclerosis. Sebagian besar penelitian dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, tetapi peneliti juga mengambil peserta dari Brasil, Belgia, Jerman, Prancis, Belanda, Israel, Republik Ceko, dan Spanyol.

Untuk prosedurnya, peneliti menggunakan berbagai bentuk pengobatan, mulai dari pil, semprotan, minyak hingga asap. Jenis ganja yang digunakan juga beragam, seperti Tetrahidrokanabinol (THC), Cannabinoid (CBD), dan ganja sintetis misalnya nabilone.

NEXT: Hasil penelitian.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT