WHO Sebut 90 Persen Populasi Dunia Sudah Kebal COVID, Akhir Pandemi di Depan Mata?

ADVERTISEMENT

WHO Sebut 90 Persen Populasi Dunia Sudah Kebal COVID, Akhir Pandemi di Depan Mata?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 07:32 WIB
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, 90 persen populasi di dunia kini sudah memiliki kekebalan terhadap virus Corona. Namun melihat kenaikan kasus COVID-19 di China beberapa waktu terakhir, WHO menegaskan bahwa kemunculan varian baru virus Corona yang lebih mematikan bisa terus terjadi selama masih ada kesenjangan dalam strategi pengatasan COVID-19.

Mengingat beberapa bulan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat menyinggung bahwa dunia tengah dalam kondisi menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19.

"Kami semakin dekat untuk mengatakan bahwa fase darurat pandemi telah berakhir, tetapi kami belum sampai di sana," kata Tedros dikutip dari Reuters, Senin (5/12/2022).

WHO memperkirakan, sekitar 90 persen populasi dunia sekarang memiliki tingkat kekebalan tertentu terhadap SARS-COV-2 baik karena infeksi atau vaksinasi sebelumnya. Namun cakupan vaksinasi COVID-19 yang belum merata tetap bisa menjadi peluang munculnya varian Corona yang lebih berbahaya dibanding varian-varian Corona yang ada sebelumnya.

"Kesenjangan dalam pengujian dan vaksinasi terus menciptakan kondisi sempurna untuk munculnya varian baru, yang dapat menyebabkan kematian yang signifikan," beber Tedros lebih lanjut.

Belum Semua Orang Aman dari COVID-19

Seiring itu, WHO juga menyoroti bahwa dalam beberapa waktu terakhir, COVID-19 mencapai rekor tertinggi di China dan mulai meningkat di beberapa bagian Inggris setelah berbulan-bulan sempat menurun.

"Memang COVID-19 dan flu dapat menjadi infeksi ringan bagi banyak orang, namun kita tidak boleh lupa bahwa COVID dapat menyebabkan penyakit parah atau bahkan kematian bagi mereka yang paling rentan di komunitas kita," tegas direktur program kesehatan masyarakat di Badan Keamanan Kesehatan Inggris Mary Ramsay.

WHO mendesak pemerintah secara global untuk fokus menjangkau mereka yang berisiko dalam hal vaksinasi COVID-19. Tak lain, warga yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta.



Simak Video "Bantahan China soal Tudingan Tidak Transparan Terkait Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT