Menyoal Kanker Perut, Putin Diduga Jatuh hingga BAB Tanpa Sadar

ADVERTISEMENT

Menyoal Kanker Perut, Putin Diduga Jatuh hingga BAB Tanpa Sadar

Hana Nushratu - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 12:24 WIB
Russian President Vladimir Putin chairs a meeting with the heads of delegations of the Conference of Heads of Security and Intelligence Agencies of the Commonwealth of Independent States countries via a videoconference at the Kremlin in Moscow, Russia, Wednesday, Oct. 26, 2022. (Alexei Babushkin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin diduga mengalami kanker perut. (Foto: Alexei Babushkin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin diterpa rumor terkait kesehatannya. Rumor tersebut diunggah oleh saluran Telegram Jenderal SVR beberapa waktu lalu. Akun telegram tersebut dikelola oleh mantan pejabat Badan Intelijen Luar Negeri Rusia dengan akses orang dalam ke Putin dan stafnya.

"Tiga pengawal membantu presiden sampai ke sofa terdekat dan memanggil petugas medis yang bertugas di kediaman," kata Jenderal SVR dalam laporan New York Post, dikutip dari Sky News, Senin (5/12/2022).

Akhir-akhir ini, ia dikabarkan jatuh dari tangga hingga mengenai tulang ekornya. Akibat terjatuh, ia disebut Buang Air Besar (BAB) tanpa sadar lantaran ia memiliki kanker di bagian perut dan ususnya.

Apa Itu Kanker Perut?

Kanker perut terjadi ketika sel kanker tumbuh di dalam lapisan perut. Jenis kanker ini juga disebut kanker lambung (gastric) dan sulit didiagnosis. Sebab, kebanyakan orang biasanya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, seringkali tidak terdiagnosis hingga menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Menurut Institut Kanker Nasional (NCI) Amerika Serikat (AS), diperkirakan ada 27.000 kasus baru kanker perut pada 2021. NCI juga memperkirakan bahwa kanker perut merupakan 1,4 persen dari kasus kanker baru di AS.

Kanker perut terjadi ketika sel-sel sehat dalam sistem pencernaan bagian atas (perut dan kerongkongan) menjadi kanker dan tumbuh di luar kendali, membentuk tumor. Umumnya, proses ini terjadi secara perlahan. Kanker perut biasanya berkembang selama bertahun-tahun.

NEXT: Faktor Risiko Kanker Perut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT