Pertama di Dunia, AS Izinkan Pengobatan Pakai Tinja untuk Penyakit Ini

ADVERTISEMENT

Pertama di Dunia, AS Izinkan Pengobatan Pakai Tinja untuk Penyakit Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 14:37 WIB
One woman, female doctor in full protective suit in home inspection.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/South_agency)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pertama kalinya menyetujui metode pengobatan yang dibuat menggunakan kotoran manusia atau disebut Rebyota. Metode tersebut mengandung bakteri usus yang dikumpulkan dari tinja donor manusia sehat, dan disetujui untuk pencegahan infeksi bakteri yang berpotensi mengancam jiwa.

Adapun caranya memberikan pengobatan cair ke dalam rektum pasien melalui selang. Dengan begitu, dokter dapat membantu mengembalikan keseimbangan mikrobioma usus pasien, kominitas mikroba yang hidup di saluran pencernaan bagian bawah.

Dikutip dari Live Science, Senin (5/12/2022), pengobatan ini diizinkan diberi pada orang usia 18 tahun ke atas, yang baru saja dirawat karena infeksi berulang akibat bakteri Clotridioides diffivile atau C diff yang membuat usus terganggu, misalnya karena penggunaan antibiotik.

Bakteri yang tidak bisa lagi diatasi dengan antibiotik atau resisten antibiotik maka pengobatan ini bisa membantu.

Selain itu, pengobatan ini juga diizinkan untuk orang usia 65 tahun ke atas, mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan yang tinggal di panti jompo dengan risiko terinfeksi penyakit.

"Persetujuan Rebyota hari ini adalah kemajuan dalam merawat pasien yang mengalami infeksi berulang C. difficile [CDI]," kata Dr Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologis FDA, dalam pernyataan tersebut.

"Sebagai produk mikrobiota tinja pertama yang disetujui FDA, tindakan hari ini merupakan tonggak penting, karena memberikan opsi tambahan yang disetujui untuk mencegah CDI berulang," sambungnya lagi.

Sebagaimana diketahui, bakteri C diff menginfeksi tubuh dengan cara melepaskan racun yang menyebabkan diare, sakit perut, demam dan radang usus besar atau kolitis.

Jika tidak segera ditangani penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan fungsi organ atau gagal organ yang bisa menyebabkan kematian.



Simak Video "Berikut Kebiasaan yang Dapat Memicu Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT