12 Kasus Suspek Rabies Meninggal, Pemkab Buleleng Pertimbangkan Status KLB

ADVERTISEMENT

12 Kasus Suspek Rabies Meninggal, Pemkab Buleleng Pertimbangkan Status KLB

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 21:00 WIB
Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa. Foto: Made Wijaya Kusuma.
Foto: Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa. Foto: Made Wijaya Kusuma.
Jakarta -

Dilaporkan sebanyak 12 orang warga di Kabupaten Buleleng, Bali, meninggal dunia dengan status suspek rabies sepanjang periode bulan Januari-November 2022. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tengah mempertimbangkan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat tingginya kasus kematian suspek rabies.

Berdasarkan laporan terakhir, kasus kematian akibat gigitan anjing rabies terjadi pada salah seorang warga bernama Komang Suastika (35) di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Senin (28/11/2022) lalu.

Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, selama ini pemerintah telah menyampaikan surat edaran kepada masyarakat. Dalam hal ikut serta mengendalikan kasus rabies.

Kemudian atas jumlah kasus, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk menetapkan status KLB pada kasus gigitan HPR (hewan penular rabies) di Buleleng. Meskipun demikian, terlebih dahulu pihaknya akan melihat apakah kondisi Buleleng saat ini masuk kriteria KLB atau tidak.

"Selama ini kami sudah bersurat lewat bupati untuk ikut serta mengendalikan rabies, kalau untuk status itu kami akan melihat dulu kriteria. Kami nanti akan segera rapatkan apakah Buleleng masuk kriteria, jadi harus lihat dulu kondisi aktualnya, supaya tidak opini menjadi produk hukum," kata Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa, Senin (5/12/2022).

Lantas, bagaimana jika terlanjur tergigit anjing rabies?

BACA DI HALAMAN BERIKUTNYA



Simak Video "Gemas! Cat Show untuk Kampanye Gerakan Zero Rabies dan Zoonosis"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT