Viral Pasangan Thalasemia Minor di Media Sosial, Apa Sih Itu?

ADVERTISEMENT

Viral Pasangan Thalasemia Minor di Media Sosial, Apa Sih Itu?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 11:15 WIB
Ilustrasi menikah
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini viral terkait pasangan thalasemia minor di media sosial. Mulanya, ada sepasang calon suami istri yang hendak menikah. Namun, beberapa hari jelang pernikahan, kedua calon mempelai baru mengetahui bahwa mereka sama-sama mengidap thalasemia minor.

Apa Itu Thalasemia Minor?

Sebagaimana diketahui, thalasemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia. Akibatnya, ini menyebabkan sel darah merah mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat lantaran kekurangan darah (anemia).

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), thalasemia minor adalah salah satu jenis thalasemia yang tergolong ringan. Kondisi ini bisa disebut juga thalassemia trait atau sifat thalasemia karena hanya pembawa sifat. Adapun pengidap umumnya tidak mengalami gejala dan tampak normal. Namun, pada pemeriksaan darah, dapat ditemukan kadar Hb (hemoglobin) yang sedikit di bawah normal.

Risiko Thalasemia Minor

Individu ini memiliki risiko mempunyai anak dengan thalasemia jika menikah dengan sesama thalasemia minor. Pada pasangan yang salah satunya pembawa gen thalasemia minor, berisiko memiliki anak dengan thalasemia minor 50 persen. Namun, pasangan tersebut tak akan mempunyai anak dengan thalasemia mayor.

Sebaliknya, jika kedua orang tua membawa gen thalasemia minor (pembawa sifat), maka mereka dapat memiliki kemungkinan sebagai berikut:

  • Anak mengidap thalasemia minor : 50 persen
  • Anak sehat: 25 persen
  • Anak mengidap thalasemia mayor: 25 persen.

Cara Pencegahan Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit genetik yang dapat dicegah dengan sejumlah cara berikut.

1. Melakukan Skrining Thalasemia melalui Pemeriksaan Darah

Skrining sebaiknya dilakukan pada usia remaja atau calon pengantin. Tujuannya adalah untuk mendeteksi apakah calon ayah dan ibu tersebut memiliki gen pembawa sifat thalasemia atau tidak.

Jika pada pemeriksaan menunjukkan hasil positif pembawa sifat, perlu dilakukan konseling genetik sebelum pernikahan atau sebelum hamil.

2. Ibu Hamil Disarankan Memeriksakan Janin

Ibu yang sedang hamil juga dapat memeriksakan janinnya dengan pemeriksaan khusus saat masa kehamilan di dokter spesialis kandungan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah anak akan lahir dengan thalasemia atau tidak.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT