ADVERTISEMENT

Rabu, 11 Mei 2022 12:19 WIB

Mengenal Thalasemia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Jakarta -

Thalasemia adalah suatu kelainan darah bawaan yang dapat menyebabkan tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal. Hemoglobin sendiri merupakan molekul protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.

Kondisi ini menyerang berbagai macam negara di dunia, utamanya di negara-negara yang termasuk di sabuk thalasemia atau negara yang memiliki risiko tinggi thalasemia. Indonesia menjadi salah satu negara dalam sabuk thalasemia tersebut.

Penyebab Thalasemia

Mengutip Mayo Clinic, kelainan darah ini disebabkan oleh mutasi DNA yang membuat hemoglobin. Thalasemia juga merupakan kondisi kelainan darah bersifat genetik, menurun dari orang tua.

Hemoglobin tersebut terbuat dari rantai yang disebut rantai alfa dan beta yang dapat dipengaruhi oleh mutasi. Pada thalasemia, produksi rantai alfa atau beta berkurang dan menghasilkan thalasemia alfa atau thalasemia beta.

Terdapat juga beberapa subtipe thalasemia yaitu thalasemia mayor yang membutuhkan transfusi darah rutin, thalasemia minor, dan halasemia intermedia atau thalasemia dengan gejala ringan.

Gejala Thalasemia

Gejala thalasemia, biasanya, tergantung pada tipe dan tingkat keparahannya. Umumnya, tipe thalasemia minor tidak memiliki gejala apapun dan terkadang terlihat baik-baik saja. Tipe ini juga biasa ditemukan di pembawa sifat atau karier gen thalasemia.

Meski begitu, tanda-tanda dan gejala thalasemia dapat meliputi:

  • Kulit yang sangat pucat atau menguning
  • Deformasi tulang wajah
  • Pertumbuhan yang lambat
  • Pembengkakan perut
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Urine yang gelap

Pengobatan Thalasemia

Mirip dengan gejala thalasemia, pengobatan kondisi ini juga tergantung dengan tingkat keparahannya.

Mengutip Healthline, beberapa cara pengobatan thalasemia mayor adalah dengan transfusi darah rutin, pemberian obat dan suplemen, dan transplantasi sumsum jika dibutuhkan.

Thalasemia minor yang tidak bergejala dan intermedia yang bergejala ringan, biasanya, tidak membutuhkan transfusi darah rutin.

Pencegahan Thalasemia

Sayangnya, mengutip dari Cleveland Clinic, belum ada cara untuk mencegah thalasemia. Hal ini dikarenakan thalasemia bersifat bawaan.

Meski begitu, skrining thalasemia telah dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan. Skrining tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa sifat thalasemia secara dini.

(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT