Vaksin COVID Bikin Pfizer Vs Moderna 'Gelut', Ada Apa Nih?

ADVERTISEMENT

Vaksin COVID Bikin Pfizer Vs Moderna 'Gelut', Ada Apa Nih?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 12:30 WIB
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File)
Pfizer dan BioNTech menuntut balik Moderna, ada apa? (Foto: AP/Virginia Mayo)
Jakarta -

Perusahaan farmasi Pfizer asal Amerika Serikat dan BioNTech di Jerman menuntut balik Moderna Inc atas hak paten vaksin COVID-19 berbasis mRNA. Teknologi mRNA sendiri dikembangkan untuk pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Kejadian ini bermula saat Moderna menggugat Pfizer pada Agustus lalu, menuduh perusahaan itu melanggar haknya dalam tiga paten terkait inovasi yang menurut perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, dirintisnya sebelum pandemi COVID-19.

Diberitakan Reuters, Selasa (6/12/2022), Moderna juga telah mengajukan gugatan terkait terhadap Pfizer dan BioNTech di Jerman. Ketiga perusahaan tersebut juga terlibat dalam sengketa paten AS dengan perusahaan lain terkait vaksin COVID berbasis mRNA.

Menanggapi dugaan tersebut, pihak Pfizer mengajukan tuntutan balik pada Senin (5/12) kepada Moderna. Pihak Pfizer mengatakan yakin dengan kekayaan intelektual mereka dan akan "membela dengan gigih" terhadap klaim Moderna.

Perusahaan tersebut berpendapat bahwa Moderna mengabaikan kontribusi para ilmuwan mereka untuk teknologi mRNA, serta para peneliti di Institut Kesehatan Nasional pemerintah AS.

Moderna juga seperti mengabaikan janjinya sendiri karena menyebut tidak menuntut pembuat vaksin COVID-19 lainnya selama pandemi, kata pengajuan tersebut, dengan alasan pandemi belum berakhir.

Moderna tidak segera menanggapi permintaan komentar atas gugatan balik tersebut.

Sebelumnya Moderna meminta ganti rugi uang yang tidak disebutkan jumlahnya dari vaksin COVID-19 Pfizer yang dijual sejak Maret. Vaksin Pfizer menghasilkan lebih dari $26,4 miliar untuk perusahaan yang berbasis di New York dalam sembilan bulan pertama tahun 2022, sementara Moderna mendapatkan pendapatan senilai lebih dari $13,5 miliar selama periode yang sama, menurut pengajuan perusahaan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS.



Simak Video "Bayi 6 Bulan Bakal Dapat Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT