Bukan Cuma 'Virus Zombie', Ilmuwan Wanti-wanti Ini Jika Perubahan Iklim Terjadi

ADVERTISEMENT

Bukan Cuma 'Virus Zombie', Ilmuwan Wanti-wanti Ini Jika Perubahan Iklim Terjadi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 12:04 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Wanti-wanti pakar soal virus menular yang bisa muncul akibat perubahan ikim. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Dunia digegerkan dengan temuan 'virus zombie' yang terkubur selama 48.000 tahun di bawah permafrost atau lapisan beku yang dihidupkan kembali. Virus yang disebut sebagai pandoravirus yedoma itu dihidupkan untuk mempelajari potensi keganasan yang bisa saja muncul di masa mendatang akibat pemanasan global.

Hal ini bisa menyebabkan pencairan permafrost hingga melepaskan berbagai virus yang sudah terkubur. Bahkan, para ilmuwan menyebut penemuan 'virus zombie' ini hanya puncak gunung es, yang artinya masih ada lebih banyak virus di bawahnya yang belum terungkap.

Bukan hanya 'virus zombie', sebuah studi menemukan ada 375 penyakit menular yang bisa berdampak pada manusia. Namun, setengah di antaranya sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim.

"Lebih dari 58 persen (218 penyakit) dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim," kata profesor di Departemen Geografi dan Lingkungan di University of Hawai'i, Camilo Mora, dikutip dari laman Yale Climate Connections, Selasa (6/12/2022).

Tim dari Camilo Mora meneliti bahwa gelombang panas, banjir, kekeringan, hingga bahaya iklim lainnya bisa memperburuk penyakit. Misalnya, suhu yang lebih hangat dan hujan lebat bisa membuat beberapa patogen seperti, virus West Nile dan Vibrio, berkembang biak serta bereproduksi lebih cepat.

Patogen Semakin Dekat dengan Manusia

Perubahan kondisi iklim juga bisa memungkinkan nyamuk, kelelawar, dan hewan lainnya membawa patogen berpindah ke tempat yang lebih dekat dengan manusia. Bahkan kekeringan serta cuaca ekstrem bisa menyebabkan manusia kekurangan gizi dan mengurangi kemampuannya untuk menangkal penyakit.

Mora menegaskan bahwa perubahan iklim sangat berpengaruh luas dan sangat serius untuk manusia. Untuk mencegahnya, ia menyarankan agar manusia bisa mengurangi polusi karbon.

"Ini adalah sesuatu yang pada titik tertentu dapat membuat kita kewalahan sebagai spesies yang harus dihadapi," pungkasnya.



Simak Video "Dirjen WHO: Krisis Iklim Adalah Krisis Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT